Berita

Ilustrasi/RM

Politik

BLC Indonesia Desak RI Aktif Selesaikan Tragedi Kemanusiaan Etnis Rohingya

SABTU, 02 SEPTEMBER 2017 | 19:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah RI diminta aktif menyelesaikan tragedi kemanusiaan di Myanmar. Kekerasan berlatar belakang ekonomi, politik dan SARA yang dialami muslim Rohingya adalah perlakuan yang kejam.

"Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara harus bersikap secara resmi dan  tegas atas kekerasan yang dialami etnis Rohingya. Mengingat, persoalan ini tidak terlepas dari persoalan kawasan ASEAN," kata Presiden Bandung Lawyers Club (BLC) Indonesia, Dr. iur. Liona Nanang Supriatna, S.H., M.Hum., dalam pesan elektroniknya kepada redaksi, Sabtu (2/9).

Piagam ASEAN, sebut dia, dengan tegas menyatakan bahwa negara-negara anggota ASEAN akan menghormati dan meningkatkan penghargaan terhadap hak asasi manusia dan menjamin kebebasan fundamental di seluruh kawasan Asia Tenggara. Meski begitu prinsip non intervensi dan netralitas yang dipegang teguh oleh negara anggota ASEAN bukan berarti membiarkan pelanggaran hak asasi manusia terjadi di kawasan Asia Tenggara.


"Oleh karenanya kami mendesak seluruh pemerintah negara-negara ASEAN untuk segera turun tangan mencegah meluasnya pelanggaran hak asasi manusia di Myanmar," kata Liona menekankan.

Liona juga menekankan pentingnya Dewan Keamanan PBB untuk turun tangan agar tidak terjadi pengusiran Etnis Rohingya secara besar-besaran.

Media AFP, Kamis, 31 Agustus 2017, melansir lebih dari 27 ribu warga etnis Rohingya telah melarikan diri dari rumah-rumah mereka. Ada ribuan warga Rohingya yang putus asa dan terdampar saat mencoba menyeberangi perbatasan menuju Banglades.

"Kami juga mendesak Pemerintah Myanmar untuk menjamin secara konstitusional bahwa etnis Rohingya adalah salah satu suku asli di Myanmar," masih kata Liona.

Sekjen BLC Indonesia Dr. Alfies Sihombing, S.H., M.H., M.M., CL.A. menambahkan perlunya Aung San Suu Kyi sebagai penerima Nobel Perdamaian untuk lebih peduli pada nasib etnis Rohingya. Selain menjamin keamanan etnis Rohingya dengan kedudukan hukum yang sama sebagai Warga Negara Myanmar.

"Terakhir kami mendesak agar negara negara yang berbatasan menerima kehadiran orang orang Rohingya yang kembali mengungsi dengan menggunakan berbagai sarana transportasi tidak layak," tutup Alfies. [sam]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya