Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Kasus Penganiayaan Aktivis Di Danau Toba Mau Dibawa Ke Forum Internasional

SABTU, 02 SEPTEMBER 2017 | 17:08 WIB | LAPORAN:

Proses pengusutan dan penegakan hukum terhadap penganiyaan yang dialami dua orang aktivis lingkungan di Kawasan Danau Toba (KDT) akan dibawa ke Forum Internasional.
 
Selain dikarenakan lambannya aparat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menangani dan mengusut tindak pidana yang mencoreng wajah hukum di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara (Sumut) itu, kepercayaan masyarakat kepada para pejabat dan aparatur hukum di Tanah Air kian melemah.
 
Badan Pengawas Yayasan Pencinta Danau Toba (Pengawas YPDT) Jerry Rudolf H Sirait menyampaikan, peristiwa penganiayaan yang menimpa dua orang aktivis lingkungan yakni Jhohannes Marbun alias Joe dan Sebastian Hutabarat sangat melukai kemanusiaan dan keadilan.
 

 
"Peristiwa itu tentulah sangat melukai kemanusiaan, baik kepada bangsa ini dan juga kepada pemerintah. Kita setuju bahwa keadilan itu harus ditegakkan,” ujar Jerry dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Sabtu (2/9).
 
Padahal, lanjut dia, masyarakat di Kawasan Danau Toba (KDT) sangat kental dengan pola hidup menyuarakan keadilan (justice), perdamaian (peace), dan keutuhan ciptaan (integrated creation) yang disingkat JPIC.
 
"Kita berjuang untuk JPIC yang kita sebut Kota Berkat di Atas Bukit itu, sebagaimana visi YPDT. Kita berjuang agar Danau Toba terus menjadi simbol raja ni sude na tao (raja semua danau yang ada di dunia) dan kembali menjadi tao nauli, aek na tio, mual hangoluan (danau yang indah, airnya jernih, sumber mata air kehidupan semua makhluk). Hal itulah yang kita perlu terus didengungkan,” ujar Jerry.
 
Dia juga menggarisbawahi bahwa yang dicari dalam persoalan ini adalah hamonangan na marolop-olop (kemenangan karena sukacita dengan bersyukur dalam kerendahan hati dan menjaga kebersamaan), bukan hamonangan na marsurak-surak (kemenangan berhura-hura dan masa bodoh dengan perasaan orang lain).
 
"Ada baiknya kita bawa persoalan tersebut sampai ke arah nasional dan internasional. Banyak permasalahan tidak terekpos,” ujar Jerry.
 
Kecaman di masyarakat hingga di media-media sosial kepada Jautir Simbolon (JS) makin gencar. Pasalnya, hingga saat ini JS belum ditahan pihak kepolisian karena perbuatannya bersama anak buahnya telah melakukan pemukulan, pengeroyokan, ‘penahanan’, hingga pelecehan seksual kepada Sebastian Hutabarat (SH) dan Jhohannes Marbun (JM). Keduanya adalah aktivis lingkungan hidup dari Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT). [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya