Berita

Aung San Suu Kyi/net

Politik

GP Ansor: Aung San Suu Kyi Contoh Paling Memuakkan Dari Diamnya Mayoritas

SABTU, 02 SEPTEMBER 2017 | 12:20 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Gerakan Pemuda Ansor mengungkap konflik perebutan sumber daya alam di balik persekusi etnis Rohingya dan daftar perusahaan multinasional di baliknya.  Namun, yang lebih memuakkan adalah mayoritas moderat di Myanmar yang terdiam melihat "genosida" terjadi.  

GP Ansor mencermati bahwa tragedi kemanusiaan terhadap etnis Rohingya bisa terjadi karena pemeluk agama mayoritas yang sebenarnya moderat memilih diam dan bukan melawan saat terjadi persekusi terhadap kaum minoritas.

"Aung San Suu Kyi, sang penerima Nobel Perdamaian, hanyalah contoh paling memuakkan dari diamnya mayoritas," kata Wakil Sekjen Pimpinan Pusat GP Ansor, Dr. Mahmud Syaltout, dalam keterangan persnya, Sabtu (2/9).


GP Ansor juga menyadari bahwa penyelesaian kasus Rohingya akan menjadi sulit, terlebih melihat banyak pihak, negara dan korporasi, yang berkepentingan terhadap penguasaan aset, kapital maupun sumber daya di daerah-daerah tempat tinggal etnis Rohingya sebelumnya atau saat ini.

Akan sangat sulit bagi ASEAN untuk bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik, mengingat selain Myanmar, Thailand, Malaysia, Singapura dan Brunei juga memiliki perusahaan nasional yang beroperasi dan berproduksi di daerah konflik geopolitik tersebut.

GP Ansor mendorong Pemerintah Indonesia untuk lebih aktif bersuara dan memimpin aliansi mitra dialog dan diplomasi hak asasi manusia (Human Rights Diplomacy). Hal ini mengingat posisi Indonesia yang cenderung netral dari kepentingan geopolitik di wilayah tersebut; Indonesia sebagai negara terbesar di kawasan; dan Indonesia secara tegas dalam konstitusi menghendaki agar penindasan di muka bumi harus dihapuskan.

"GP Ansor juga mengajak organisasi kepemudaan dan masyarakat Indonesia lainnya, untuk melakukan aksi solidaritas kemanusiaan dan misi bantuan kemanusiaan terhadap etnis Rohingya, serta lebih aktif lagi menggalang People-to-People Diplomacy di kawasan. Tentu dengan kesadaran agar konflik geopolitik di Myanmar itu tidak diimpor ke negeri kita," lanjutnya.

Selain itu, GP Ansor menyarankan agar rakyat Indonesia mendoakan para korban tewas, umat Islam mengirimkan doa khusus dan juga membaca Hizb Nasr agar para korban yang tewas mendapat ketenangan dan para korban terluka ringan maupun berat segera mendapatkan kesembuhan.

Intinya, mendoakan agar perdamaian abadi bisa kembali hadir di Myanmar sehingga para pengungsi dapat pulang ke tanah mereka dengan jaminan keamanan dan perlindungan. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya