Berita

Adam Irham/Net

Politik

PEMBANTAIAN ROHINGYA

Pemuda LIRA: Melawan Pembantaian Adalah Kemuliaan Berbangsa

SABTU, 02 SEPTEMBER 2017 | 12:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) menyesalkan eskalasi kekerasan kemanusiaan yang kembali terjadi di negara bagian Rakhine, Myanmar.

"Kami warga Indonesia geram, kesal, sedih, marah dan murka melihat dan mendengar kebengisan Pemerintah Myanmar melalui tentara dan warganya yang membantai ratusan ribu warga muslim Rohingya," ujar Ketua Umum DPP Pemuda LIRA, Adam Irham di Jakarta, Sabtu (2/9).

Atas nama kemanusiaan dan pembukaan UUD 45, 'bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan, maka DPP Pemuda LIRA mengutuk aksi pembantaian tersebut.


"Bukan hanya itu, kami akan layangkan surat kepada Presiden RI Joko Widodo untuk mengambil tindakan tegas dan jelas dengan cara pengusiran Dubes Myanmar atau pemutusan hubungan diplomatik dengan Myanmar," ungkap Adam Irham.

Menurutnya, jangan sampai pembantaian dan pembunuhan besar-besaran meluas sampai ke luar wilayah Myanmar. Oleh karena itu, sebelum meluas dan dikhawatirkan ada aksi balasan, Presiden RI harus cepat mengambil keputusan tegas.

Jelas Adam Irham, Pemuda LIRA akan bersuara di masing-masing wilayah dari ujung Sumatera sampai tanah Papua untuk menyuarakan HAM atas warga Rohingya, karena pembantaian manusia adalah kejahatan sadis yang harus diperangi bersama-sama.

"Harapan kami Presiden RI bersedia meneriakkan suara lantangnya, demi kelangsungan hidup umat manusia dan keharmonisan berbangsa dan bernegara, mengingat Myanmar adalah negara tetangga yang tergabung dalam ASEAN community. Melawan pembantaian manusia adalah kemuliaan berbangsa," pungkasnya. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya