Berita

Sunny Tanuwidjaja/net

Politik

IPW: Bongkar Elite Saracen, Polri Segera Periksa Sunny Tanuwidjaja

SABTU, 02 SEPTEMBER 2017 | 10:32 WIB | LAPORAN:

Polri lamban dalam menindaklanjuti kasus Saracen. Hal ini berpotensi membuat pihak-pihak yang diduga terlibat sekaligus aktor intelektualnya menghilangkan jejak.

Menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane, prioritas Polri sekarang adalah segera membongkar dan menciduk orang-orang yang membiayai Saracen. Lalu, menciduk pihak-pihak yang pernah memanfaatkan jasanya.

Ia menyorot nama Sunny Tanuwidjaja yang belakangan ini ramai diberitakan di media sosial dan media massa terlibat membiayai Saracen. Sunny sendiri adalah orang dekat mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama atau Ahok. Ia pernah dicegah ke luar negeri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tersangkut kasus Reklamasi Pantai Utara Jakarta. Sunny menjadi jembatan antara Pemprov DKI Jakarta dengan pengembang maupun DPRD.


"Pemeriksaan Sunny sekaligus untuk mengklarifikasi keterlibatannya. Dengan demikian diketahui apa motifnya. Apakah Saracen pernah dimanfaatkan dalam kegaduhan Pilgub Jakarta kemarin?" tutur Neta kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (2/9).

Dia mengatakan, langkah cepat Polri sangat diperlukan. Dengan demikian, pihak-pihak yang terlibat Saracen tidak memanfaatkan situasi menjelang Pilkada Serentak 2018, terutama Pilgub Jawa Barat dan Jawa Timur yang berpotensi "panas".

"Jika Polri sudah berhasil menciduk penyandang dananya, orang-orang yang terlibat di Saracen dipastikan akan tiarap. Tapi jika penyandang dananya masih berkeliaran, orang-orang Saracen akan terus bermanuver dengan wujud yang lain," ujarnya.

Untuk itu, Polri harus serius membongkar kasus Saracen. Semua yang terlibat dalam jaringan Saracen harus diproses hukum. Ia menyebut Saracen sebagai sindikat kejahatan politik tingkat tinggi.

Selain itu, ia yakin orang-orang di balik Saracen tidak hanya terlibat karena faktor ekonomi. Tapi, ada "grand strategy" bermotif politik dengan cara pembunuhan karakter dan adu domba.

"Ujung-ujungnya hendak melakukan benturan dan konflik sosial politik baik di lapisan bawah maupun lapisan atas masyrakat. Polri perlu bertindak cepat memeriksa orang-orang yang terlibat. Jangan tebang pilih," pungkas Neta Pane. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya