Berita

Pengungsi Rohingya/Net

Dunia

Militer Myanmar Teriak "Bakar" Saat Usir Etnis Rohingya

SABTU, 02 SEPTEMBER 2017 | 02:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pengusiran yang dilakukan aparat keamanan Myanmar terhadap warga Muslim Rohingya dari negara bagian Rakhine dilakukan secara sistematis.

Anggota kelompok pemantauan Rohingya, Arakan Project, Chris Lewa mengatakan bahwa pembakaran yang dilakukan militer Myanmar dilakukan secara sistematis karena mereka bergerak dari satu desa ke desa lain dan melakukan pembunuhan.

Tentara, jabarnya, mengepung desa dan menyerang warga yang mencoba melarikan diri.


"Menurut saya sangat sistematis. Dari satu desa ke desa-desa yang lain. Kami juga mendengar orang-orang dibunuh ketika desa mereka diserang," kata Lewa seperti diberitakan BBC, Jumat (1/9).

Ia mengatakan bahwa militer Myanmar tidak segan-segan meneriakan kata "bakar" saat mengusir etnis Rohingya.

"Apa yang kami dengar adalah 'bakar, bakar, bakar'. Pembakaran menyebar dari selatan ke utara," tegasnya.

Pernyataan Lewa ini senada dengan kesaksian seorang pengungsi Rohingya yang tengah berusaha masuk ke wilayah Bangladesh, Abdullah.

Kata Abdullah, pembantaian yang dilakukan militer Myanmar sangat menakutkan. Rumah warga dibakar hingga membuat etnis Rohingya berlarian keluar rumah.

"Anak dan orang tua terpisah, beberapa di antaranya hilang, yang lainnya tewas," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya