Berita

Politik

Idul Adha Jadi Momentum Golkar Jalin Komunikasi Dengan Rakyat

SABTU, 02 SEPTEMBER 2017 | 00:22 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Momentum Idul Adha 2017 menjadi harapan besar akan besarnya Partai Golkar  jelang Pemilu 2019. Sebab kekuatan Golkar juga ditunjukkan dengan kepekaan para kadernya membangun komunikasi dengan seluruh lapisan masyarakat.

Demikian disampaikan anggota Fraksi Partai Golkar DPR, Mukhamad Misbakhun. Dan ini pula yang ditunjukkan Misbakhun dengan membangun komunikasi dengan akar rumput di dapilnya Pasuruan-Probolinggo melalui momen Idul Adha.

"Berkurban adalah salah satu jawaban akan keyakinan dan optimisme  mewujudkan cita-cita kesejahteraan rakyat," kata Misbakhun di Pasuruan (Jumat, 1/09).


Misbakhun yang juga Anggota Komisi XI DPR RI  itu juga mengingatkan agar kepercayaan masyarakat kepada Golkar harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Misbakhun pun mengajak agar kader Golkar mengambil hikmah peringatan kurban. Dia juga meyakinkan kepada masyarakat mengenai keberadaan Golkar sebagai partai yang komitmen pada nilai-nilai kemaslahatan ummat.

"Dengan semangat berkurban, Partai Golkar akan terus berjuang untuk kesejahteraan seluruh rakyat," tegasnya.

Menurut pria kelahiran Pasuruan itu, limpahan nikmat yang Allah SWT berikan kepada manusia dalam porsi yang sama dan tidak memihak, namun dalam kenyataannya Allah melebihkan apa yang diberikan kepada seseorang daripada yang lain. Ada yang kaya, ada yang miskin. Begitu pula kedudukan. Ada penguasa, ada rakyatnya. Ada pemimpin, ada juga bawahan.

"Semua itu termasuk dalam rangka cobaan siapa yang benar-benar bersyukur dan mengingat Allah," ujarnya.

Menurutnya, salah satu bukti bahwa seorang mukmin telah lulus cobaan dalam nikmat harta kekayaan adalah dia dengan ikhlas menggunakannya untuk ibadah haji sehingga bagi orang demikian akan memperoleh haji yang mabrur. Sama halnya ikhlas mengeluarkan hartanya untuk menyembelih hewan, baik itu berupa sapi, kerbau, maupun kambing.

"Idul Adha memiliki makna yang penting dalam kehidupan. Makna ini perlu seluruh umat muslim renungkan secara mendalam dan mengingat ulang agar kita lulus dari berbagai cobaan Allah," terang dia.

Kepada konstituen di Pasuran dan Probolinggo, Misbakhun mengajak masyarakat memaknai secara mendalam dari ibadah kurban, yakni bagaimana menumbuhkan keikhlasan dan pengurbanan dalam menjalani kehidupan.

Keikhlasan, lanjut dia, adalah nilai yang sangat diperlukan dalam melaksanakan pembangunan untuk kemajuan bangsa dan negara, karena dengan keikhlasan akan menumbuhkan pengabdian yang tulus serta tanpa pamrih.

"Dengan pengurbanan akan menumbuhkan semangat untuk berbagi dalam menolong sesama yang membutuhkan," demikian Misbakhun. [ysa]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya