Berita

Idrus Marham/Net

Politik

Sekjen Golkar: Apakah Betul Penentang Dedi Mulyadi Itu Kiai?

JUMAT, 01 SEPTEMBER 2017 | 23:39 WIB | LAPORAN:

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham akan mengkaji aksi Persatuan Ulama Purwakarta yang meminta agar partai beringin tidak mencalonkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat pada 2018 mendatang.

Menurut Idrus, kajian perlu dilakukan untuk mendalami kemurnian aspirasi tersebut. Ini lantaran di satu sisi ia kuatir ada kepentingan dan pihak lain yang menunggangi para ulama tersebut.

Menurutnya, di saat momen pilkada, sulit membedakan antara saran yang benar-benar dari aspirasi kelompok masyarakat dengan saran dari kelompok yang bersebrangan dengan Dedi.


"Apakah betul (yang demo Dedi Mulyadi) itu kiai. Kami lihat dulu, atau ini bentuk politik. Karna itu seluruh aspirasi tidak secara merta. Kami terima, kami kaji siapa orangnya motivasinya ada di belakangnya, kepentingan siapa yang dibawa. Karena sudah masuk pada tahun politik, mana objektif dan mana subjektif itu susah (dibedakan)," ujarnya di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (1/9).

Meski telah mendapat laporan dari para ulama di Purwakarta, Partai Golkar tetap memprioritaskan Dedi Mulyadi dalam Pilkada Jawa Barat, baik sebagai bakal gubernur maupun wakil gubernur.

"Dedi yang kami prioritaskan, karena Dedi ini sebagai Ketua DPD Jabar. Akselerasinya luar biasa, komunikasi politiknya cair dan mendasar perhatian kepada rakyat sangat luar biasa," tegas Idrus.

Persatuan Ulama Purwakarta sempat menyambangi Kantor DPP Partai Golkar. Para ulama melaporkan tindak tanduk Dedi yang dianggap meresahkan.

Ketua Persatuan Ulama Purwakarta Asep Djamludin mengatakan bahwa hasil muzakarah para ulama, pesantren dan ormas Islam di Purwakarta menyatakan Dedi tidak layak menjadi Cagub Jabar lantaran dianggap banyak melanggar kaidah Islam.

"Ulama itu sangat sayang kepada umat, bagaimana nanti umat diarahkan berbuat kemusyrikan kalau Dedi terpilh," kaa Asep di DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (30/8). [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya