Berita

Ahmad Doli Kurnia/Net

Politik

Agung Laksono Sangsi Pemecatan Doli Sesuai Prosedur

JUMAT, 01 SEPTEMBER 2017 | 14:46 WIB | LAPORAN:

Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Agung Laksono mengaku sebenarnya tak setuju Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli Kurnia dipecat.

"Tapi DPP kan punya pertimbangan lain," ujar Agung kepada wartawan di Jakarta, Jumat (1/9).

Diakuinya memang DPP berwenang memecat anggotanya sepanjang dianggap mengganggu dan bertentangan dengan kebijakan partai. Tapi pemecatan itu harus sesuai prosedur yang benar.


Karena penasaran, ia lantas bertemu Doli dan menanyakan ihwal pemecatannya.

"Dia bilang 'saya (Doli) tidak pernah diundang tidak pernah diminta datang'," bebernya meniru ucapan Doli.

Doli mengaku hanya menerima surat teguran. "Saya cek ke Novanto saya cek ke Idrus Marham, terus saya cek ke Roem Kono."

"Sudah, sudah saya panggil secara lisan untuk bertemu, tapi bahkan tadi juga tawari dapat posisi yang bagus di DPP. Sudah ditawari oleh si Idrus Marham, sudah sempat ditawari. Saya sebenarnya wallahu alam tapi itulah kata Pak Idrus pada saya," ungkapnya.

Berdasar penjelasan Idrus, kata Agung, Doli dipecat karena tidak mematuhi 7 butir kesepakatan hasil rapat pleno DPP Golkar. Utamanya terkait status tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP yang disandang Novanto. Di mana ada butir yang menyebutkan bahwa Munaslub Golkar hanya akan diselenggarakan pada akhir masa jabatan ketum sekarang, dan tidak ada pengangkatan Plt.

"Tetap ketuanya mas Novanto," tegas Agung.

Nah, sikap Doli yang memimpin unjuk rasa di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA) dinilai Idrus sebagai bentuk pembangkangan.

"Apalagi dikaitkan dengan ketua MA. Sidang doktor itu. Malah menuding ada pertemuan. Itu yang dijadikan dasar kuat DPP," tambahnya.

"Saya juga nggak ngerti mana yang benar. mudah mudahan, sebagai juga , Kosgoro saya juga prihatin," lanjutnya.

Ditanya kemungkinan ada langkah mediasi Doli dan DPP, Agung menyatakan hal itu bisa ditindaklanjuti keduanya, Terlebih Doli dan Idrus saling mengenal baik.

"Saya kira kalau mediasi-mediasi, keduanya bisa berkomunikasi langsung kok. Bisa telepon kan. Kalau dua pasukan yang tidak bisa berkomunikasi mungkin perlu mediasi. Tapi kan sesama teman sendiri mungkin bisalah. Langsung  saja. Yang penting buat saya kewenangan itu memang digunakan jangan sewenang-wenang dan bisa dipahami dan cepat diambil dan kemudian pada waktunya kalau dipandang untuk bersatu kembali kan lebih baik," pungkas Agung.[wid]

 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya