Berita

Politik

Politik Internasional Jokowi Lambat Atasi Pembantaian Rohingya

JUMAT, 01 SEPTEMBER 2017 | 12:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo diminta tidak tinggal diam menyikapi eskalasi kekerasan kemanusiaan di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Permintaan itu disampaikan Direktur Eksekutif Nasionalis Institute, Andy William Sinaga dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Jumat (1/9).

"Saya menyesalkan lambatnya gerakan politik internasional Presiden Jokowi atas pembantaian etnis di Rohingya tersebut," tegas Andy.


Dia mengingatkan bahwa dalam Mukadimmah UUD 1945, pemerintah harus ikut melaksanakan perdamaian dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Sementara yang terjadi, kata Andy, kemerdekaan atas bangsa Rohingya dalam menjalankan agamanya telah diberangus oleh Pemerintah Myanmar.

"Pemerintah RI bisa meminta Sekretariat ASEAN yang berada di Jakarta untuk melakukan pertemuan darurat untuk membahas Rohingya," tambahnya.

Bila perlu, Presiden Jokowi segera menelepon pemimpin partai berkuasa Aung San Suu Kyi untuk mendesak agar kekerasan atas nama pembantaian etnis Rohingya segera dihentikan dan pelaku kekerasan dapat segera dihukum.

"Jika tidak, Presiden Jokowi juga bisa membawanya ke peradilan internasional di Den Haag, Belanda," lanjut Andy.

Terakhir, Presiden Jokowi diminta segera memerintahkan Menlu RI Retno Marsudi untuk menemui panitia nobel perdamaian yang berkedudukan di Norwegia untuk mencabut gelar penerima Nobel Perdamaian 2012 yang lalu yang disematkan kepada Aung San Suu Kyi. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya