Kader PDIP mulai bermanuver jelang pemilihan kepala daerah Jawa Tengah yang berlangsung 2018 mendatang.
Para kader Banteng yang tergabung dalam Relawan Pemenangan Koncone Mas Narno justru mendesak agar pengurus pusat segera mengeluarkan rekomendasi paslon yang akan diusung untuk merebut kursi Jawa Tengah I
Adapun Relawan ini merupakan kumpulan sejumlah kader PDIP Jawa Tengah dengan menarik berbagai aliansi luar partai.
"Relawan Pemenangan Koncone Mas Narno dibentuk oleh beberapa organisasi seperti aktivis buruh, pelaut, aktivis wanita, aktivis sosial dan elemen masyarakat," tutur Ketua Relawab Pemenangan Koncone Mas Narno, Fredi dalam keterangan persnya, Kamis (31/8).
Fredi menjelaskan, dibentuknya relawan ini untuk memenangkan Sunarna sebagai Gubernur Jawa Tengah dari PDIP. Sunarna atau akrab disapa Mas Narno adalah mantan Bupati Klaten 2 Periode yang juga Ketua DPC PDIP Klaten.
"Selama menjadi Bupati, udah banyak prestasi dan penghargaan yang diperoleh Mas Narno. Makanya sangat tepat bila beliau maju di tingkat provinsi," jelasnya.
Mas Narno dianggap sosok yang ideal untuk memimpin Jawa Tengah lima tahun mendatang. Dengan segudang pengalaman yang dimiliki, Fredi yakin di bawah komando Mas Narno, Jateng akan jauh lebih baik dari sekarang.
"Makanya kami dari relawan meminta DPP PDI Perjuangan untuk segera memgeluarkan rekomendasi Calon Gubernur Prov Jateng kepada Bapak Sunarna," tegasnya.
Seperti diketahui, ada sekitar 19 nama yang resmi mendaftar sebagai bakal calon Gubernur Jawa Tengah, termasuk Ganjar Pranowo, incumbent saat ini. Namun sampai sekarang, partai yang dinahkodai Megawati Soekarno Putri ini belum membuat keputusan terkait siapa yang akan diusung untuk maju di Pilkada Jateng 2018.
Kemarin, DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, telah melakukan survei internal terhadap para tokoh, baik internal partai maupun eksternal partai. Termasuk para tokoh yang mendaftar di PDI Perjuangan sebagai bakal calon (balon) gubernur maupun wakil gubernur.
Dari hasil survei internal yang bersifat in-depth investigation tersebut akan dijadikan acuan bagi partai dalam menentukan figur yang akan diusung. Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, Bambang Wuryanto, saat ini tertinggi masih diduduki incumbent yakni Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Di urutan kedua, diduduki oleh mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo. "Ganjar Pranowo perminggu kemarin elektabilitasnya 46,1 persen, kedua Bibit Waluyo 7 persen, lainnya di bawah satu digit semua," kata Bambang.
Namun, Bambang menegaskan, saat ini pertempuran belum dimulai sehingga survei tersebut dipastikan dapat berubah.
Dicontohkannya, saat jelang Pilgub 2013, pihaknya juga menggelar survei internal, saat itu Bibit Waluyo hasil surveinya mencapai 62 persen sementara Ganjar masih satu digit.
"Yang namanya survei tergantung aksi di lapangan, kalau aksi di lapangan terjadi pergerakan maka survei bisa berubah," katanya.
Ia mengungkapkan, meski sudah ada survei internal namun diakuinya bahwa partai belum mendorong salah satu nama untuk didorong. Maka pertemuan semua balon dengan pengurus partai di DPD PDI Perjuangan Jateng itu, memberi peluang pada balon untuk melakukan sosialisasi ke daerah.
"Pertemuan ini adalah untuk memberi peluang pada balon untuk sosialisasi," katanya.
Adapun survei tersebut, imbuhnya, respondennya adalah masyarakat Jateng yang memiliki hak pilih. Yakni mengetahui sejauh mana penerimaan rakyat terhadap tokoh.
"Tingkat penerimaan rakyat pada tokoh ini seperti apa, yang cocok bagaimana, dan diterima rakyat, plus duwe duwet," ujarnya
Namun Bambang optimis, bila nantinya PDIP akan kembali mengusung Ganjar Pranowo sebagai cagub Jateng dari partainya. “Saya pastikan, Pak GP (Ganjar Pranowo) tidak akan mencalonkan diri kalau tak diusung PDI Perjuangan,†ujar Bambang.
Menurutnya, jaminan itu didasari pada komitmen seluruh calon yang mendaftar di PDIP wajib mendukung siapapun calon yang direkomendasi partai.Ganjar sendiri beberapa waktu lalu juga telah resmi mendaftar kembali sebagai cagub di PDIP.
Namun, ia mengingatkan koalisi dengan parpol lain untuk Pilgub Jateng masih terbuka. Terkait adanya pertemuan Ganjar dengan elit Golkar, pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu tidak mempermasalahkan. Sebab hal itu menjadi hak pribadi.
"Tak perlu dipermasalahkan pak GP mau ketemu siapa. Mau ketemu siapapun, hak beliau sebagai pribadi,†terang anggota DPR itu.
[sam]