Berita

Ilustrasi/Net

Politik

PMKRI: Hasil Negosiasi Indonesia Dengan PT Freeport Harus Dikawal!

JUMAT, 01 SEPTEMBER 2017 | 02:09 WIB | LAPORAN:

Hasil negosiasi yang dilakukan pemerintah Indonesia dengan PT Freeport Indonesia perlu dikawal terus.
 
Meskipun tidak sesuai harapan banyak orang di Negara ini, bagaimana pun kedaulatan energi Indonesia tidak bisa dibiarkan begitu saja hanya dengan penandatanganan kontrak.
 
Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas)Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI), Elmo Lodovikus Roe menyampaikan, jika kesepakatan itu tidak dikawal, dikhawatirkan nasibnya akan sama saja dengan yang terdahulu. Atau bahkan malah bisa lebih parah.
 

 
"PMKRI akan tetap mengawal hasil kesepakatan tersebut, dan kita juga berharap pemerintah menjaga aset nasional kita dari investasi yang merugikan bangsa. Indonesia harus menjadi tuan di negeri sendiri,” ujar Elmo Lodovikus Roe, di Jakarta, Kamis (31/8).
 
Menurut dia, poin kesepakatan yang telah diputuskan merupakan salah satu bagian penting menjaga kedaulatan energi Indonesia. Sehingga, kekayaan sumber daya alam Indonesia harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk penerimaan negara dan pembangunan nasional.
 
"Ini langkah penting bangsa kita dalam menjaga kedaulatan energi,” tutur Elmo.
 
Selama ini, katanya, publik Indonesia menunggu hasil kesepakatan bersama Freeport. "Bagi PMKRI, Freeport merupakan pintu masuk bagi Indonesia untuk menjaga aset dan sumber daya alam negara demi mewujudkan kedaulatan rakyat dan kedaulatan energi,” ujar Elmo.
 
Pemerintah Indonesia dan PT Freeport Indonesia telah menyepakati empat poin perundingan terkait dengan kelanjutan operasi perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut. Keempat poin itu adalah perpanjangan operasi, pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter), stabilitas investasi, serta divestasi. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya