Berita

Aris Budiman/RMOL

Nusantara

Dicecar Soal Novel Hingga Tengah Malam, Brigjen Aris Curhat

JUMAT, 01 SEPTEMBER 2017 | 01:30 WIB | LAPORAN:

Brigadir Jenderal Polisi Aris Budiman dicecar penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya (PMJ) hingga larut malam.

Direktur Penyidikan (Dirdik) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diperiksa sebagai saksi pelapor terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Novel Baswedan itu baru keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 23.15 WIB.

"Nama saya dicemarkan. Seperti saya katakan, seperti tak berintegritas dan lainnya," ujar Aris di depan gedung Reskrimsus PMJ, Kamis (31/8).


Aris tidak banyak berbicara mengenai materi pemeriksaan. Namun, mantan Direktur Reskrimsus PMJ itu justru mencurahkan isi hatinya (curhat) terkait laporannya terhadap Novel.

Khususnya, terkait email yang diduga dikirimkan Novel kepadanya, tanggal 14 Februari 2014. Email tersebut juga dikirim ke internal KPK, dan diduga dilakukan secara sengaja.

"Jadi disebarkan ke dalam, kepada pimpinan dan dan lain-lain. Kepada Sekjen, Karo, kemudian wadah pegawai sekitar 30-an orang," ungkap alumni Akpol 1988 itu.

Sebelumnya, pihak PMJ telah meningkatkan kasus pencemaran nama baik melalui Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) itu dari penyelidikan ke penyidikan.

Kabid Humas PMJ Kombes Argo Yuwono mengatakan, penyidik kepolisian telah mengantongi alat bukti untuk meningkatkan status laporan Aris.

Bahkan, polisi telah mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke kejaksaan. Meski demikian, penyidik PMJ belum memeriksa Novel sebagai saksi terlapor. Namun, pihak PMJ akan segera mengagendakan pemeriksaan terhadap penyidik senior KPK itu.

Seperti diketahui, Aris melaporkan Novel dengan bukti Laporan Polisi Nomor: LP/3937/VIII/2017/PMJ.Ditkrimsus tertanggal 21 Agustus 2017.

Dalam laporannya, Aris mengaku menerima surat elektronik dari Novel Baswedan. Ada pun isi e-mail yang diterimanya, terkait kebijakan Aris menerima penyidik berpangkat kompol dari kepolisian. Dalam e-mail itu, Aris merasa dirinya dituding tidak berintegritas. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya