Berita

Foto: Istimewa

Nusantara

Penyaluran Dana PKH Subang Tembus Rp 97,5 M

JUMAT, 01 SEPTEMBER 2017 | 00:49 WIB | LAPORAN:

Kementrian Sosial Republik Indonesia melalui Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial menyalurkan bantuan Sosial Nontunai Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Binong, Subang, Kamis (31/8).

Penyaluran dana program keluarga harapan (PKH) di Kabupaten Subang mencapai Rp97.5 miliar di 2017. Dana itu dibagikan untuk sekitar 51.649 keluarga penerima manfaat (KPM). Secara simbolis, penyaluran dana PKH diserahkan kepada 500 KPM di Kecamatan Binong.

Dirjen Pelindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat mengatakan, pada 2018 mendatang, jumlah penerima manfaat di Kabupaten Subang akan ditambah sekitar 18 ribu. Hal itu diharapkan bisa menekan angka kemiskinan di Subang.


"Bisa juga penerima manfaat ini kita stop, jika penerima manfaat ini sudah ada peningkatan kesejahteraan dan produktifitas keluarga," kata Harry.

Dia menambahkan, dalam pencairan dana PKH ini, pihaknya menggandeng sejumlah bank seperti BRI. Dengan demikian, penyaluran dana tepat sasaran, dan bias menekan kehwatiran terhjadinya aksi pemotongan dana oleh oknum. Sebagai konsekwensinya, ada 560 Agen BRIlink untuk melayani penerima dana PKH.

"Jadi kalau mau mengambil tidak susah, bisa di Bank cabang, dan ada agen-agen yang ke daerah-daerah," katanya

Bupati Subang Imas Aryumningsih berharap, pada 2018, jumlah penerima PKH bisa bertambah 100 persen dari jumlah saat ini sebanyak 51.649 Keluarga Penerima Manfaat atau KPM. Dia juga berpesan, dana PKH yang sudah diterima masyarakat digunakan sesuai peruntukannya, yakni untuk kesehatan dan pendidikan.

"Ini ibu-ibu, dananya untuk pendidikan dan kesehatan ya. Jangan buat stor motor atau beli handphone mahal," katanya.

Dirjen mengatakan kerahasiaan PIN harus dijaga agar dana PKH diterima ibu-ibu KPM tidak digunakan bagi kepentingan lain. Sebab dana PKH itu wajib digunakan bagi pendidikan anak dan kesehatan keluarga.  

"PIN kartu keluarga sejahtera ini harus dirahasiakan kepada siapapun. Jadi yang bisa ambil uang hanya ibu-ibu KPM," ujarnya.

Dikatakannya dana PKH jangan disalahgunakan, bila ada penerima yang menggunakannya diluar kebutuhan pendidikan dan kesehatan bisa ditindak tegas. Malahan kepesertaannya di PKH bisa dicoret.

"Sesuai amanat Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo), kalau dana PKH dipakai buat beli rokok atau pulsa, kartu non tunainya bisa dicabut," ujarnya.

Bupati Subang Imas Aryumningsih mengapresiasi kebijakan pusat yang mengarahkan dana PKH kepada kaum hawa.

"Ibu-ibu itu lebih hati-hati dan amanah. Dan tidak mungkin dipakai buat lain-lain. Ingat bantuan ini buat kesehatan dan pendidikan, tak boleh dipakau buat beli HP atau cicilan motor," ujarnnya.

Anggota Komisi VIII DPR Linda Megawati  mengatakan sejauh ini dari pemantauan di lapangan, pelaksanaan program dana bantuan sosial PKH cukup lancar.

"Mudah-mudahan program PHK terus dilanjutkan soalnya banyak membantu warga kurang mampu," katanya. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya