Berita

Foto: RM

Politik

Lawan Radikalisme, Garda NKRI Deklarasi di Sulut

JUMAT, 01 SEPTEMBER 2017 | 00:28 WIB | LAPORAN:

Deklarasi Garda NKRI di di Hotel Quality, Manado, Sulawesi Utara berlangsung sukses. Pertimbangan mengapa Sulut menjadi daerah pertama deklarasi lantaran kondisi masyarakat dan kemajemukan di daerah ini menjadi hal terpenting.

"Lahirnya Garda NKRI ini merupakan hasil kesepakatan bersama para Mahasiswa dan pemuda Indonesia yang hadir di acara Jambore Nasional Mahasiswa di Cipayung, Bogor akhir bulan lalu,  kesepakatan bersama yakni menolak segala bentuk pemahaman radikalisme yang dinilai dapat merusak kebhinekaan dan Pancasila sehingga mendorong lahirnya Garda NKRI ini" kata dia dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Kamis (31/8).

Sulawesi Utara merupakan daerah yang paling tepat dilaksanakannya deklarasi awal Garda  NKRI Karena kemajemukan warganya serta sikap toleransi tinggi yang patut dicontohi daerah lain di Indonesia.


Korwil Garda NKRI Sulawesi Utara, Fino Mongkau mengapresiasi atas kerja keras pemerintah untuk menangani kelompok radikal dan anti Pancasila yang masuk ke Indonesia.

"Kita sebagai pemuda harus bisa menjadi duta di kampus dan wilayah masing-masing untuk menolak paham radikalisme. Tidak ada satupun tempat yang layak pada ideologi yang menolak Pancasila," tegasnya.

Dewan Pakar Garda NKRI Sulut, Herson Mayulu dalam sambutannya mengatakan, sikap toleransi di Sulut tidak perlu diragukan lagi.

"Semangat menghormati perbedaan, bahu membahu serta saling melindungi satu sama lain tanpa pandang latar belakang membuat persatuan dan kesatuan didaerah Sulut patut menjadi contoh dan dicontohi,".

"Pengalaman telah memberikan pelajaran yang cukup penting apa yang terjadi di negeri ini,  upaya mengoyak-ngoyakkan persatuan dan kesatuan warga Sulut tidak mempan, karena semboyan yang cukup kuat yakni Torang Samua Ciptaan Tuhan, memberikan energi tersendiri bagi kehidupan sosial warga Sulawesi Utara" tandas Bupati Bolaang Mongondow Selatan ini.

Rois Am Nahdlatul Ulama Bolsel ini menambahkan, penghargaan serta kemajemukan di Sulut harus tetap dirawat dan dijaga bersama demi Indonesia yang lebih baik, semua sikap toleransi dalam bentuk apapun ada di Sulut.

"Tidak ada tempat di Sulut bagi orang-orang yang mencoba merusak kehidupan berbangsa dan bernegara terutama bagi yang mau mencoba coba merusak 4 Pilar kebangsaan yang kita miliki bersama," tegas Ketua Dewan Masjid Sulut ini.

Gubernur Sulut, melalui Kaban kesbangpol, Evans Steven Liow pada sambutannya menuturkan, semangat membela serta menjaga kedaulatan NKRI wajib bagi seluruh anak bangsa.

Karenanya, dia berharap Garda NKRI harus menjadi barisan terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI dari berbagai rongrongan dari pihak mana pun.

"Kita semua harus saling menjaga setiap jengkal tanah yang menjadi kedaulatan Indonesia,  Saya berharap Garda NKRI mampu menjadi pelopor paling terdepan terhadap pihak-pihak yang mau merusak Pancasila dan kebhinekaan kita akhir akhir ini"  kata Liow.

Liow menjelaskan, pemerintah provinsi Sulut sangat mendukung deklarasi Garda NKRI apalagi sebagian besar di isi oleh para mahasiswa dari berbagai universitas di Sulut.

Menurutnya,  mahasiswa hari ini diperhadapkan dengan berbagai macam tantangan dan pemikiran baru yang sesungguhnya dapat merusak mindset mahasiswa itu sendiri seperti yang dilakukan  oleh kelompok-kelompok yang mau merubah Pancasila kita hari ini dengan pola brain Wash (cuci otak) dikalangan Mahasiswa.

"Saya berharap Garda NKRI mampu menjadi agen perubahan yang sangat protektif guna mengantisipasi gerakan gerakan radikalisme yang sesungguhnya bisa merusak kehidupan berbangsa dan bernegara," tutup Liow. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya