Berita

Foto/Net

Di Era Ekonomi Kreatif, Kader NU Jangan Lagi Jadi Pedagang Biasa

KAMIS, 31 AGUSTUS 2017 | 08:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengajak seluruh kader Nahdlatul Ulama (NU) untuk peka menghadapi perubahan zaman. Salah satunya dengan menjadi wirausaha sejati di era ekonomi kreatif.

Agus pada acara Focus Group Discussion (FGD) Bidang Ekonomi PB Nahdlatul Ulama (NU) bertema Skema Pembiayaan Koperasi dan UKM, di Jakarta, Rabu (30/8), berharap agar kader NU tidak lagi menjadi pedagang biasa.

"Misalnya, ada barang seharga Rp 100 ribu, dijual Rp 150 ribu, dan untung Rp 50 ribu. Itu namanya pedagang. Kalau enterpreneur, barang itu dimodali lagi Rp 50 ribu dengan tambahan desain agar menarik plus kemasan yang bagus, dia bisa menjual barang itu seharga Rp 500 ribu," paparnya.


Di acara yang dihadiri Ketua Bidang Ekonomi PBNU Umar Syah, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank BNI Catur Budi Harto, dan Direktur Keuangan LPDB KUMKM Fitri Rinaldi, Agus menegaskan juga bahwa di kancah ekonomi kreatif para wirausaha harus kreatif untuk meningkatkan nilai jual dan daya saing produk yang dihasilkannya.

"Apalagi, sekarang zaman serba digital, dimana pemasaran produk sudah melalui e-Commerce. Kita tidak perlu lagi sewa tempat sebagai toko, tidak lagi terbatas ruang, waktu, dan jarak. Kita harus mampu memanfaatkan kemajuan zaman," kata Agus.

Dalam kesempatan itu pula, Agus turut memaparkan program-program unggulan Kemenkop dan UKM. Di antaranya, database koperasi dengan memiliki Nomor Induk Koperasi (NIK), ijin usaha mikro dan kecil (IUMK) secara gratis, pengurusan hak paten atas produk (Haki), juga terkait pembiayaan seperti kredit usaha rakyat (KUR) dan dana bergulir dari LPDB KUMKM.

"Kita juga bisa memfasilitasi kalau ada yang mau pelatihan e-Commerce," tandas Agus. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya