Berita

Brigjen Pol Aris Budiman/net

Politik

Pecat Aris Budiman, KPK Sama Dengan LSM Yang Dibiayai Negara

RABU, 30 AGUSTUS 2017 | 19:11 WIB | LAPORAN:

Desakan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memecat Brigjen Pol Aris Budiman sebaiknya tidak usah ditanggapi.  

Kalangan LSM menganggap Direktur Penyidikan KPK itu telah membangkang terhadap perintah pimpinan KPK karena memenuhi undangan Pansus KPK di DPR RI kemarin malam.

Anggota Pansus KPK dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani, membenarkan bahwa Aris membangkang kepada pimpinannya di KPK. Tetapi, dia tak setuju Aris dipecat dari jabatannya.


"Janganlah kalau sesuatu yang dianggap melawan KPK, dalam tanda kutip tidak sesuai dengan perspektif dari teman-teman elemen masyarakat sipil yang menjadi pendukung KPK, kemudian diusulkan dipecat," kata Arsul di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (30/8).

Menurutnya, ada masalah dalam penegakan hukum oleh KPK. Sayangnya, masalah itu diabaikan pimpinan KPK.

Sebagai contoh, tindakan penyidik KPK yang jadi korban serangan air keras, Novel Baswedan. Ia lebih memilih berbicara terbuka kepada media massa daripada kepada penyidik kepolisian yang sedang menangani kasusnya.

"Apakah itu etis? Seorang penyidik tidak memberi keterangan kepada lembaga resmi dengan baik malah bercerita lebih dulu ke media massa. Kok ini tidak diusulkan juga (dipecat)?" sindir Arsul.

Dia tegaskan, banyak tindakan penyidik KPK yang bersifat insubordinasi dalam berbagai kasus namun tidak mendapat perhatian pimpinan KPK.

"Jadi, kita proporsional. Teman-teman elemen masyarakat sipil jangan melihat itu sebelah mata, harus dengan kedua mata," tekan Arsul.

Bagaimana jika KPK mengabulkan tuntutan LSM dengan memecat Aris Budiman?

"Artinya, dugaan Pansus benar, bahwa KPK itu sama dengan LSM yang dibiayai oleh negara, kan gitu dong," ucapnya. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya