Berita

Fahri Hamzah/RMOL

Politik

Ditanya Jokowi Kenapa Berantem Terus Dengan KPK, Ini Jawaban Fahri Hamzah

RABU, 30 AGUSTUS 2017 | 18:20 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengaku sudah menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo soal semakin bahayanya keberadaan Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK).

"Saya kan pernah ditanya sama Presiden, Pak Fahri kenapa ini masih berantem terus sama KPK?," ujar Fahri di Gedung DPR, Senayan (30/8).

Fahri waktu itu menjawab dengan tegas bahwa banyak hal yang sebenarnya dilakukan KPK tanpa bisa diketahui alias tidak transparan dan akuntabel.


"Ya saya jawab bahwa KPK ini negara dalam negara. KPK ini menyerobot kewenangan presiden," katanya.

Fahri menyebut seharusnya negara memiliki kontrol penuh terhadap pemberantasan korupsi. Bukan kemudian KPK yang melindungi dirinya dengan kata independen terus merongrong negara dengan operasi tangkap tangan (OTT).

Menurutnya, OTT yang selama ini dilakukan KPK yang di dasarkan pada hasil penydapan ilegarl telah melanggar aturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kalau negara ini di OTT terus sama KPK dengan prosedur penyadapan yang ilegal itu yang hanya berdasar SOP, bertentangan dengan keputusan MK tanggal 24 Februari 2011 perubahan terhadap UU ITE yang kemudian direvisi UU 19/2016," jelasnya.

Fahri pun khawatir aktifitas OTT yang dilakukan KPK ini akan membangun citra Indonesia sebagai negara yang korup di mata internasional.

Tidak hanya mengganggu investasi yang akan menganggap Indonesia tidak aman karena menjadi sarang koruptor. Tetapi, citra negara korup juga akan membebani presiden.

"Jika ini terjadi kan Presiden juga yang kena, Pak Jokowi ya terbebani juga. Membuat presiden powerless dalam pemberantasan korupsi," demikian Fahri.[san]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya