Berita

Siti Masitha/Net

Nusantara

KPK Nggak Ada Matinya

Tangkap Walikota Tegal
RABU, 30 AGUSTUS 2017 | 10:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

KPK tak berhenti-berhentinya melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Lima hari usai menangkap tangan Dirjen Hubungan Laut Kemenhub, kemarin, komisi antirasuah menangkap Walikota Tegal, Siti Masitha. KPK memang nggak ada matinya.

Belum banyak informasi yang disampaikan pihak KPK kepada wartawan soal itu. Ketua KPK Agus Rahardjo hanya membenarkan, anak buahnya melakukan OTT di Jawa Tengah. "Betul ada OTT di Jateng," ujar Agus saat dikonfirmasi, tadi malam. Selebihnya, Agus tak mau memberi penjelasan. "Tunggu konpers (konferensi pers) besok," ucapnya, singkat.

Jubir KPK Febri Diansyah menambahkan, OTT dilakukan di tiga kota yakni Tegal, Balikpapan dan Jakarta. "Di tiga kota ini ada kegiatan tim penindakan," ungkapnya, tadi malam. Ada lima orang yang diamankan dari rangkaian OTT itu. Ada yang penyelenggara negara, ada yang swasta. "Nama, jabatan, belum bisa kami sampaikan saat ini. Nanti setelah riksa 24 jam, ekspose, setelah itu tentukan status masing-masing pihak diamankan. Bisa tersangka kalau ada bukti permulaan cukup," tuturnya.


Dalam operasi itu, diamankan uang ratusan juta rupiah. Menurut Febri, uang itu berkaitan dengan sektor kesehatan. "Indikasi kaitan di sektor kesehatan. Ada indikasi transaksional di sana, dugaan penerimaan hadiah atau janji. Kami periksa dulu, besok kami konpers," tandasnya.

Wartawan sendiri sudah mendengar informasi, yang kena OTT adalah Walikota Tegal, Siti Masitha Soeparno. Informasi itu terkonfirmasi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. "Barusan saya dapat laporan dan sudah dibawa ke Jakarta," kata Ganjar saat diminta konfirmasi seusai acara KPU Jawa Tengah di Semarang, kemarin.

Ganjar kecewa masih ada korupsi yang dilakukan di wilayah yang dipimpinnya. Dia mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota selalu berhati-hati dan menjauhi perilaku korupsi. "Saya sedih betul, Jateng kembali kena OTT," selorohnya.

Politisi PDIP ini mengaku besok pagi akan langsung mengunjungi Kota Tegal untuk mengingatkan jajaran Pemkot Tegal pasca OTT tersebut. "Insya Allah besok saya akan jalan ke sana (Tegal) dan mampir untuk mengingatkan kepada kawan-kawan," ungkap Ganjar. Kabar itu diperkuat dengan foto ruang kerja Walikota Tegal yang disegel KPK.

Dilansir dari Laman radartegal. com Masitha diciduk di kantornya usai mengikuti rapat di Ruang Adipura Balai Kota Tegal, sekitar pukul 6 petang. "Tadi setelah mengikuti rapat di adipura, walikota (Masitha) bermaksud kembali ke ruangannya. Namun, di sana sudah ada beberapa orang yang menunggu. Kemudian ibu langsung dibawa menggunakan mobil," ujar salah satu PNS di lingkungan Pemkot Tegal.

Informasi lain menyebut, walikota yang sedang bersiap-siap maju lagi pada Pilwakot Tegal 2018 itu ditangkap rumah dinasnya, kompleks Balai Kota, Jalan Ki Gede Sebayu. Perempuan yang akrab disapa Bunda Sitha itu diduga menerima suap dari seorang pengusaha di Kota Tegal.

Perempuan kelahiran 10 Januari 1964 ini menjabat Walikota Tegal sejak 23 Maret 2014. Dia berpasangan dengan Nursholeh. Pasangan ini diusung oleh Partai Golkar. Sebelum mencalonkan diri sebagai pemimpin Kota Tegal, Sitha merupakan calon legislatif dari Partai Nasdem untuk daerah pemilihan Jawa Barat I. Mashita merupakan anak dari bekas Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Soeparno. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya