Timnas nasional (Timnas) U-22 Indonesia berhasil menyaÂbet medali perunggu.
Dalam pertandingan perebutan tempat ketiga di Stadion MPS Selayang, Malaysia, kemarin, pasukan Luis Milla menang 3-1 atas Myanmar.
Kemenangan ini menjadi pelipur lara setelah kegagalan menemÂbus partai final usai kalah 0-1 dari Malaysia pada laga semifinal.
Kemenangan ini juga diwarnai aksi comeback setelah tertinggal 0-1 pada paruh pertama.
Gol kemenangan Indonesia dicetak Evan Dimas pada menit ke-57, disusul Septian David Maulana (59’) dan Rezaldi Hehanusa (77’). Sementara itu gol Myanmar tercipta pada menit ke-22 melalui aksi Than Paing.
Than Paing dengan jeli meÂmanfaatkan umpan silang Si Thu Aung dari sisi kiri pertahanan Garuda Muda. Tanpa kawalan ketat, pemain nomor punggung 15 ini melepaskan tendangan ke pojok kiri gawang ndonesia.
Setelah gol tersebut, Myanmar terus mengendalikan permainan. Sayang, usaha mereka tidak memÂberikan gol tambahan karena selain aksi gemilang Satria Tama, tercatat ada tiga peluang Myanmar yang diÂgagalkan oleh tiang gawang. Babak pertama berakhir dengan skor 1-0 untuk Myanmar.
Pada babak kedua, Timnas U-22 menaikkan tempo permainan unÂtuk mengejar ketinggalan. Usaha yang dilancarkan Evan Dimas dkk membuahkan hasil pada menit ke- 57 lewat gol Evan Dimas.
Umpan lambung Febri Hariyadi ke kotak penalti Myanmar mengeÂnai kaki lawan. Bola pantulan menÂgarah ke Evan Dimas yang sempat melewati satu pemain Myanmar sebelum melepaskan tembakan dengan kaki kiri dari luar kotak penalti. Bola berubah arah setelah mengenai kaki bek Myanmar sehÂingga tercipta gol untuk membuat skor menjadi 1-1.
Tak butuh lama bagi Garuda Muda untuk berbalik unggul. Dalam waktu dua menit kemÂbali menjebol gawang Myanmar. Kali ini Septian David Maulana yang mencetak gol setelah meÂlepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti.
Menit ke-77, Timnas U-22 menjauh karena mencetak gol ketiga. Kali ini giliran Rezaldi Hehanusa yang mencetak gol indah dengan kaki kiri, juga dari luar kotak penalti. Pemain bernomor punggung 28 itu meÂlesakkan si kulit bundar ke pojok kanan atas gawang Myanmar.
Alih-alih mencetak gol untuk mengejar ketinggalan, Myanmar justru harus bermain dengan 10 pemain pada menit ke-90. Nan Wai Min mendapatkan kartu kuning kedua karena melangÂgar Ezra Walian. Laga berakhir dengan skor 3-1
Pelatih Timnas U-22, Luis Milla mengaku puas dengan hasil tersebut. "Saya benar-benar puas anak-anak main bagus. Kita berÂmain agresif dengan opsi serangan yang lebih banyak dan bisa kita lihat skor akhirnya," katanya.
Menurutnya, ada hal yang sanÂgat fundamental dalam turnamen ini yakni kehadiran para suporÂter. "Penonton sangat membantu kami. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka yang datang langsung. Mereka adalah pemain ke-12 kami, kehadiran mereka memberikan enegi, memÂberikan semangat," jelas Milla.
Bicara soal raihan medali perunggu, apa yang diperoleh Timnas Indonesia U-22 pada SEAGames 2017 ini menjadi raihan keempat sepanjang keikutsertaan Indonesia di ajang SEAGames.
Sejak SEAGames era modern digelar pada 1977, Indonesia tercatat tampil di partai perebutan peringkat ketiga sebanyak 10 kali (termasuk SEAGames 2017).
Hasilnya, Indonesia hanya mamÂpu memenangi empat pertandingan di antaranya alias memperoleh medali perunggu sebanyak empat kali. Sisanya, enam pertandingan, berakhir dengan kekalahan dan Tim Garuda Muda hanya finis di peringkat keempat.
Perolehan medali perunggu pada SEAGames 2017 ini menÂgakhiri tiga kekalahan di partai perebutan peringkat ketiga daÂlam tiga edisi beruntun, yakni pada SEAGames 2001, 2005, dan 2015. ***