Berita

Anwar Abbas/Net

Wawancara

WAWANCARA

Anwar Abbas: Pemerintah Perlu Menetapkan Harga Rokok Yang Tinggi, Harga Cukainya Harus Dinaikkan

RABU, 30 AGUSTUS 2017 | 09:18 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Para tokoh lintas agama sepakat mengharamkan rokok di Indonesia. Alasannya, karena dampak negatif yang ditimbulkan dari berbagai aspek, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.

Hal itu terungkap dalam sebuah diskusi publik yang diselenggarakan oleh Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Center for Health Economics and Policy Studies Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (CHEPS FKMUI). Berikut penuturanKetua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas.

Muhammadiyah juga me­nyatakan rokok haram?
Iya, karena rokok berdampak buruk bagi kesehatan diri sendiri dan orang lain di seki­tarnya. Selain itu rokok juga berdampak kepada kesejahter­aan keluarga.

Iya, karena rokok berdampak buruk bagi kesehatan diri sendiri dan orang lain di seki­tarnya. Selain itu rokok juga berdampak kepada kesejahter­aan keluarga.

Atas dasar apa Anda ber­pendapat begitu?
Data statistik membuktikan bahwa dalam keluarga perokok pengeluaran untuk rokok berada di peringkat kedua setelah beras. Lalu karena intensitas merokok tinggi, maka racun yang masuk ke dalam tubuh juga tinggi. Akibatnya kesehatan menurun, kemudian produktivitas juga akan menurun. Jika menurun maka pendapatan turut menurun. Jika pendapatan menurun, maka kemiskinan men­ingkat. Jika kemiskinan mening­kat maka kesejahteraan menurun. Artinya dengan mengurangi rokok akan berpengaruh signifi­kan terhadap kenaikan kesejahteraan masyarakat.

Kalau dari sisi dalil agama bagaimana?
Dalam pendekatan syariah, Allah menghalalkan segala ses­uatu yang baik dan mengharam­kan yang buruk. Salah satu hadis juga melarang mengonsumsi barang yang memabukkan dan melemahkan fisik. Jadi itu sudah jelas. Islam itu mengajarkan un­tuk tidak mengonsumsi sesuatu yang bisa menjatuhkan diri da­lam kebinasaan, atau kematian serta barang yang memabukkan dan melemahkan. Islam juga melarang perilaku boros dan menghambur-hamburkan uang. Orang yang boros adalah saha­bat setan. Umat Islam juga dia­jarkan untuk memikirkan orang lain. Tidak boleh mencelakai diri sendiri maupun orang lain.

Tapi Al-quran kan tidak secara eksplisit melarang?
Menghukumi sesuatu yang belum jelas perlu dua pendeka­tan, yaitu syariah dan ilmiah. Karena tidak ada ayat Al-quran yang secara khusus menyebut tentang rokok, maka kajian mendalam dan empiris diperlu­kan untuk mengetahui apakah rokok merupakan barang yang baik atau buruk.

Lantas apa hasil kajiannya?
Dalam hal ini, hasil penelitian para ilmuwan telah menunjuk­kan bahwa rokok mengand­ung zat-zat yang berbahaya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan epidemi rokok telah menyebabkan 4,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit yang berhubun­gan dengan rokok. Bila pengen­dalian tembakau tidak dilakukan dengan baik, WHO menyatakan bisa mengancam delapan juta nyawa per tahun.

Lalu apa solusi untuk men­gatasi masalah ini?
Saya kira solusinya seperti yang tadi diutarakan para tokoh tadi, yaitu pemerintah perlu mem­buat regulasi untuk menetapkan harga rokok yang tinggi.

Rokok di Indonesia sepersepuluh harga rokok di Singapura. Makanya harus dinaikkan harga cukainya. Dengan menaikkan harga rokok ini, maka akan mengurangi keterjangkauan, khususnya pada kelompok anak dan remaja. Kemudian juga harus ada pembatasan usia terendah bagi pembeli dan pengisap rokok juga harus dilakukan. Tujuannya untuk mengurangi efek kecand­uan rokok di antara masyarakat.

Tapi kalau harganya dinai­kan lantas perokok berkurang nanti dampaknya ke penda­patan petani tembakau. Bagaimana itu?
Tentu harus mengkaji dan mencari solusi untuk mengatasi dampak tersebut. Supaya jangan sampai masyarakat kelas bawah menderita. Tapi tadi Pak Taufik Ismail bilang sudah ada peneli­tian dari IPB (Institut Pertanian Bogor) sekitar 15 tahun lalu, yang petani tembakau tersebut bisa mengalihkan pertanian­nya kepada palawija yang lebih menguntungkan. Coba itu dilihat, apakah mungkin.

Tapi rokok juga memberi­kan pendapatan yang besar buat negara. Apa tanggapan anda terkait hal ini?
Mudharat yang ditimpakan rokok pada bangsa berlipat gan­da lebih besar daripada apa yang diterima dalam bentuk uang. Merokok itu adalah kegiatan tidak terpuji yang harus segera diatasi, baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat secara bersama-sama. Karena merokok telah merugikan dari sisi keseha­tan dan ekonomi. ***

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Gol Dramatis Lautaro Martínez Bawa Argentina ke Final

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:20

KPK Watch Dorong DPR Percepat Bahas RUU Perampasan Aset

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:03

Klaster Asabri-Jiwasraya dari Suap, Gratifikasi, hingga Pencucian Uang

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:30

Pecat Jaksa Agung ST Burhanuddin!

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:08

Pemilu 2029 Inkonstitusional Jika UU Pemilu Tak Direvisi

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:04

Gus Miftah Terima Uang Haram Rp100 Juta? Ah, Jangan Bercanda

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:40

Fahira Idris: Ancaman Bom Bukan Candaan!

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:08

Kasus Febrie Adriansyah Berpeluang Antiklimaks

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Dominasi Agrinas di KDKMP Membahayakan Desa

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Kejagung Bikin Dagelan Kasus Febrie Adriansyah

Kamis, 16 Juli 2026 | 01:18

Selengkapnya