Berita

Roem Kono/RM

Politik

Swasembada Jagung Kok Naikin Impor Gandum

RABU, 30 AGUSTUS 2017 | 03:12 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Komisi IV DPR Roem Kono mengapresiasi keberhasilan Pemerintah yang sukses menggenjot produksi jagung hingga bisa meraih swasembada di 2016 dan 2017. Sayangnya, keberhasilan ini malah membuka celah bagi pemain gandum untuk menambah importase ke dalam negeri.

"Sekarang ini kita sudah swasembada jagung. Tapi kok importase gandum setiap tahun terus saja mengalami peningkatan,” sesal politisi Golkar ini di Gedung DPR, Selasa (29/8).

Berdasarkan data yang dipegang Roem Kono, impor gandum di 2015 baru sebesar 7,49 juta ton. Dalam impor tersebut sama sekali tidak menyertakan gandum untuk pakan ternak. Di 2016, impor ini naik drastis menjadi 8,1 juta ton. Sebanyak 2,2 juta ton di antaranya untuk kebutuhan pakan ternak. Untuk 2017, impor gandum diperkirakan akan mencapai 8,79 juta ton. Sebagian dari impor itu juga untuk kebutuhan ternak.


Menurut Roem Kono, kenaikan ini semestinya tidak terjadi. Sebab, kebutuhan pakan ternak semestinya bisa ditutup oleh produksi jagung dalam negeri yang sudah tinggi.

"Jadi, Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan, harus jelaskan, impor gandum ini untuk siapa? Karena, kebijakan stop impor jagung ini ternyata ada pengusaha yang diuntungkan dengan meningkatkan impor gandum,” cetusnya.

Kata politisi asal Gorontalo ini, ketika produksi jagung meningkat, kebutuhan impor gandum harusnya menurun. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Anehnya, impor gandum ini ternyata untuk keperluan pakan ternak yang seharusnya cukup dipenuhi lewat komoditas jagung.

"Impor gandum untuk bahan pakan ternak ini terjadi karena Pemerintah menutup impor jagung yang selama ini menjadi bahan baku pakan ternak. Pengusaha pakan kemudian mensubstitusikan bahan jagung dengan gandum. Padahal, harusnya tidak perlu impor gandum, karena kebutuhan jagung dalam negeri sudah terpenuhi,” tandasnya. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya