Berita

Ilustrasi/RM

Politik

DPR Enggak Bangga Dengan Lembaga Sendiri

RABU, 30 AGUSTUS 2017 | 00:45 WIB | LAPORAN:

Tanggal 29 Agustus 2017 adalah ulang tahun ke-72 bagi DPR. Untuk merayakan itu, DPR menggelar Rapat Paripurna khusus. Sayangnya, Rapat Paripurna itu hanya dihadiri 88 orang. DPR pun disindir enggak sayang sama lembaga sendiri.

Rapat Paripurna ini berlangsung dari pukul 10.30 pagi sampai 12 siang. Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Isinya adalah pidato Ketua DPR Setya Novanto tentang refleksi 72 tahun DPR dan diakhiri pemotongan tumpeng. Tidak ada pengambilan keputusan yang dilakukan.

Dalam lembar absesi yang dipampang di depan Ruang Rapat Paripurna, ada 248 kolom yang diisi. Namun, 136 menyatakan izin. Yang tanda tangan cuma 112 orang dari 560 anggota Dewan yang ada. Parahnya lagi, yang berada di dalam Ruang Rapat Paripurna hanya 88 orang.


Ketua Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang mengaku prihatin dengan sepinya anggota DPR yang hadir dalam Rapat Paripurna itu. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan bahwa kebanyakan anggota tidak menghormati dan bangga dengan lembaga yang ditempatinya saat ini.

"Sangat memprihatinkan wakil rakyat kita ini. Itu kan potret sebetulnya bahwa mereka tidak menghormati lembaganya sendiri,” cetusnya.

Kata Salang, momen perayaan ulang tahun harusnya menjadi hari bahagia bagi semua anggota Dewan. Seyogyanya, para anggota DPR ramai-ramai hadir dan melakukan refleksi terhadap kinerja mereka selama ini.

Dengan sepinya anggota Dewan yang ikut Rapat Paripurna itu, Salang tidak kaget jika kepercayaan masyarakat terhadap DPR begitu jeblok.

"Kalau begini terus, ya bagaimana bisa masyarakat menaruh hormat kepada DPR. Sebab, DPR sendiri tidak hormat dengan lembaganya. Pantas saja kalau setiap kali survei kepercayaan publik, DPR selalu dicap sebagai lembaga terburuk.”

Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Anna Nurhasanah mencoba menganalisa kondisi ini. Dia menduga, ada problem psikologis pada para anggota DPR sehingga enggan menghadiri Rapat Paripurna perayaan ulang tahun ke-72.

Dia juga menuding bahwa DPR sekarang sudah tidak pantas dianggap sebagai lembaga perwakilan rakyat.

"Anggota Dewan sekarang tidak anggap DPR sebuah wadah untuk bekerja bagi rakyat, tapi untuk kepentingan. Ya seperti bisnis politik, bukan perwakilan lagi. Tidak seperti Amerika Serikat yang betul-betul mewakili,” katanya. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya