Kenaikan dana bantuan partai politik dinilai dilakukan dalam rangka pendidikan politik yang tengah mengalami krisis.
"Dilema memang. Tapi perlu ditekankan, kondisi pendidikan politik kita tengah krisis. Maka spiritnya adalah masifitas pendidikan politik dan kaderisasi," kata pengamat politik dari Indo Survey and Strategy Herman Dirgantara kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/8).
Menurutnya, kenaikan dana parpol juga dalam rangka memperbesar peran negara dalam proses demokrasi di Indonesia yang kian mengkhawatirkan.
"Mari kita tengok kondisi politik kita akhir-akhir ini mencemaskan. Isu sara, maraknya korupsi dan fenomena ujaran kebencian menjadi-jadi karena adanya krisis pendidikan politik itu," demikian Herman.
Pemerintah telah menaikkan dana bantuan untuk parpol dari Rp 108 menjadi Rp 1.000 per suara sah.
PDI Perjuangan sebagai pemenang Pemilu 2014 yang semula menerima bantuan Rp 2,5 miliar setiap tahun selanjutnya akan mendapatkan kucuran dana hingga Rp 23,7 miliar. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang berada di urutan paling buncit akan menerima bantuan hingga Rp 1,1 miliar dari semula hanya Rp 123,4 juta. Kenaikan sudah sesuai kajian Kementerian Keuangan bersama Komisi Pemberantasan Korupsi dan Badan Pemeriksa Keuangan.
[wah]