Berita

Taufik/RMOL

Politik

PAN: Masyarakat Bisa Awasi Langsung Penggunaan Dana Parpol

SELASA, 29 AGUSTUS 2017 | 15:16 WIB | LAPORAN:

Kenaikan dana untuk partai politik (Parpol) dari hanya Rp 108 per suara menjadi Rp 1000 per suara ditanggapi positif oleh Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Taufik Kurniawan.

Pasalnya menurut dia, proses sistem pendidikan politik di Indonesia memang terbilang mahal. Namun demikian, dia berharap dana Parpol yang dikucurkan nanti dapat di gunakan sebagaimana mestinya.

"Sehingga harapannya digunakan dan dimanfaatkan kaitanya penambahan dana Parpol ada tiga kategori pra elektoral yaitu proses pendidikan politik, proses elektoral itu sendiri bagaimana kita mengarahkan masyarakat untuk mendidik agar adanya kompetensi yang sehat dan pasca elektoral yaitu bagaimana setiap Parpol untuk mengamankan surat suara sehingga harapannya saksi menjadi bagian penting dalam proses demokrasi," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/8).


Dipertegas soal pertanggung jawaban Parpol atas dana tersebut, Taufik yang juga Wakil Ketua DPR RI ini menjelaskan bahwa sistem elektoral terbuka menjamin proses demokrasi akan berlangsung sehat sesuai dengan keinginan masyarakat.

"Karena sudah tidak ada lagi tangan-tangan invisible hand yang mengatur. Sudah menganut one man one vote dan one value tidak ada lagi istilah drop-dropan, Capres, Bupati, Cagub dan Caleg itu drop-dropan," jelasnya.

Masyarakat pun kata dia bisa mengawasi aliran dana Parpol digunakan untuk apa saja. Sebab kata dia sejauh ini sudah ada mekanisme yang mengatur soal mekanisme pertanggung jawaban yang transparan.

"Biasanya itu ditingkat provinsi itu ada kesbanglemas jadi saya sudah paham betul sebelum penambahan Rp 1000 rupiah ini. Saya ini mantan sekjen partai jadi saya tahu betul penanggungjawaban dana hingga tingkat daerah itu diserahkan kepada Kesbanglemas disetiap kabupaten, kalau di provinsi itu Kesbanglemaspol kalau untuk di pusat itu di Kemendagri. Ini harapanya dana yang dari APBN ini di pertanggung jawabkan secara transparan dan akubtabel," pungkasnya.[san]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya