Berita

Debat Konstitusi MPR Tingkat Mahasiswa Menuai Pujian

SELASA, 29 AGUSTUS 2017 | 13:23 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Debat Konstitusi tingkat mahasiswa tahun 2017 yang digelar MPR sudah memasuki tahap semifinal dan final. Debat Konstitusi yang berlangsung di Plasa Nusantara V, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (29/8), berlangsung seru.

Seperti pada semifinal pertama, masing-masing peserta menunjukkan kepiawaian berdebat dengan mendasarkan pada argumen-argumen mengacu pada UUD, UU dan pendapat pakar hukum. Dewan juri pun kesulitan untuk menentukan peserta yang maju ke final.

"Dewan juri sudah menghitung dua, tiga sampai empat kali. Perbedaan nilai kedua tim memang sangat tipis sehingga memerlukan waktu untuk juri kembali berdiskusi dan menghitung ulang bersama-sama," kata Tb Hasanuddin, yang mewakili dewan juri.


Ada tujuh dewan juri untuk semifinal pertama ini, yaitu Tb. Hasanuddin (PDIP), Martin Hutabarat (Hanura), Rambe Kamarulzaman (Golkar), Tb Soenmandjaja (PKS), Prof Syamsul Bahri (Lembaga Pengkajian), Susi Dwi Haryati (pakar hukum tata negara), dan M. Rizal (Kepala Biro Sespim MPR).

Akhirnya Tim Pro (kelompok Nusantara I) meraih 2316,89 dan empat poin sedangkan Tim Kontra (kelompok MPR 3) meraih nilai 2316,2 dan tiga poin. Dengan selisih nilai yang tipis itu, Tim Nusantara I berhasil masuk final. Peserta semifinal pertama Debat Konstitusi ini membahas mengenai "penguatan wewenang DPD setara dengan DPR". Format debat adalah membagi dua tim menjadi kelompok pro dengan penguatan wewenang DPD setara dengan DPR dan kelompok kontra dengan penguatan wewenang DPD setara dengan DPR.

Mengomentari Debat Konstitusi MPR ini, Tb Hasanuddin mengaku bangga dengan kemampuan para peserta debat.

"Perdebatan ini bukan soal salah atau benar, tetapi argumen-argumen yang berdasarkan dogmatis dan logis. Tim yang tersisih tidak berarti argumennya salah," ujarnya.

Bahkan, Tb Hasanuddin melihat argumen-argumen yang disampaikan peserta debat bisa menjadi masukkan untuk amandemen UUD.

"Argumen-argumen baik yang dogmatis dan logis, bisa menjadi masukkan bagi kami untuk perbaikan amandemen UUD pada saatnya nanti," katanya.

Tidak jauh berbeda, Rambe Kamarulzaman mengaku menikmati debat konstitusi para peserta.

"Saya terus terang menikmati perdebatan mulai dari awal sampai kesimpulan," katanya.

Menurut Rambe, perdebatan dalam debat konstitusi ini hampir sama dengan perdebatan dalam pembahasan UU di DPR.

"Saya kira hampir sama dengan perdebatan untuk membentuk UU yang membutuhkan pemahaman dan menyampaikan secara logis. Adik-adik sudah pantas menjadi anggota DPR. Perdebatan yang berlangsung sangat baik, karena telah dipersiapkan dengan baik," ujarnya. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya