Berita

Nusantara

Bupati Kuningan Sudah Cek Kabar Warganya Makan Nasi Aking, Ternyata...

SELASA, 29 AGUSTUS 2017 | 10:58 WIB | LAPORAN:

Kabar tentang keluarga Aswadi, kakek berusia (75), warga Desa Sukaharja, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan yang mengaku makan nasi aking selama lima tahun mendapat perhatian dari Bupati Kuningan H. Acep Purnama.  

Pada Kamis lalu, Acep langsung mengunjungi Aswadi untuk meninjau langsung keadaannya.

Menurut Acep, cerita tentang warganya yang memakan nasi aking itu tidak sepenuhnya benar. Lantaran pemerintah daerah sebelumnya telah memberikan beberapa bantuan kepada Aswadi.


"Pada tahun 2000 pernah diberi bantuan stimulan untuk perbaikan rumah dari desa di atas tanah hak milik sendiri. Namun pada tahun 2010 dijual dan dibelikan tanah lagi yang lebih murah," kata Acep melalui rilis tertulisnya.

Kemudian, lanjut Acep, pada tahun 2010 pernah diberi bantuan stimulan untuk perbaikan rumah dari desa. Namun pada pertengahan tahun 2013 Aswadi sering sakit akibat debu obongan bata. Dia sampai buta mata dan tidak bisa bekerja lagi, lalu dipindahkan oleh desa dan dibuatkan rumah di atas tanah desa dengan modal bantuan swadaya masyarakat.

Dan pada tahun 2014 keluarga Aswadi kembali mendapat bantuan dari pemerintah provinsi berupa bantuan program listrik.

"Jadi tidak benar jika pemerintah membiarkan warga dalam situasi kemiskinan. Karena selama ini kami selalu berupaya memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi Aswadi dan keluarga," papar Acep.

Meski begitu, Acep mengaku terenyuh melihat kondisi rumah Aswadi yang dinilainya tak layak huni.

"Saat itu juga saya saya putuskan untuk membangunkan keluarga Aswadi rumah permanen tipe 36," lanjutnya.

Tak menunggu lama, keesokan harinya pembangunan rumah Aswadi dimulai di atas tanah desa. Pembangunan rumah itu terlaksana atas bantuan Bupati Kuningan dan para donatur.
 
Sekali lagi, tegas Asep, tidak benar kabar keluarga Aswadi makan nasi aking. Pada kenyataannya keluarga itu selalu mendapat perhatian dari pemerintah daerah, pemerintah desa serta dari tetangga-tetangga sekitar rumah.

Karena keluarga Aswadi merasa sayang, nasi sisanya tidak dibuang, tapi mereka jemur untuk dijadikan rengginang. "Budaya kita kan menghargai makanan. Kalau ada nasi sisa kita jemur untuk jadi panganan lainnya," pungkas Acep.[wid]
 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya