Berita

Masinton Pasaribu/Net

Politik

PDIP: KPK Mirip Durian Busuk

SELASA, 29 AGUSTUS 2017 | 10:19 WIB | LAPORAN:

Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru menyerahkan aset sitaan sebidang tanah dan bangunan hasil korupsi mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin ke Arsip Nasional Republik Indonesia menyisakan tanya bagi Pansus KPK.

Wakil Ketua Pansus KPK, Masinton Pasaribu menjelaskan bahwa aset hasil korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Nazaruddin tersebut telah inkrah sejak bulan Juni 2016 tahun lalu. Tapi di satu sisi, KPK baru berencana menyerahkan aset tersebut.

Politisi PDIP ini menduga keputusan KPK itu berkaitan dengan rencana Pansus KPK yang sejak bulan lalu sudah mempertanyakan dan hendak mengusut dugaan mafia aset di komisi anti rasuah. Niatan KPK tersebut, lanjutnya, talah membuat KPK kaget.


"Ini di luar dugaan KPK. Kami di Pansus Angket sudah menyuarakan bulan lalu dugaan adanya mafia sita aset di dalam KPK karena beberapa aset sitaan KPK tidak diketahui keberadaannya dan tidak jelas pengelolaannya. Termasuk aset hasil korupsi Nazaruddin sejumlah Rp 500 miliar yang disita oleh KPK," ujarnya.

Masinton menilai bahwa KPK selama ini telah menempatkan diri sebagai lembaga yang absolut sehingga mereka menutup diri untuk diawasi. Kehadiran Pansus KPK, lanjutnya, berhasil menguak berbagai penyimpangan, pelanggaran, dan penyelewengan yang selama ini ditutup rapih oleh KPK.

"KPK mirip durian busuk yang luarnya tercium wangi, setelah dibelah isinya sebagian busuk. Dan faktanya sebagian oknum di dalam KPK melakukan abuse of power atau menyalahgunakan wewenang untuk melakukan korupsi atas nama pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK," pungkasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya