Berita

Puan Maharani/Net

Nusantara

ASN Harus Jadi Garda Terdepan Revolusi Mental

SELASA, 29 AGUSTUS 2017 | 02:34 WIB | LAPORAN:

Aparatur negara sipil (ASN) harus dapat memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat sesuai dengan gerakan revolusi mental dilakukan pemerintah.

"Pegawai pemerintah harus menjadi contoh dan pelaku utama revolusi mental. Lewat apa? Tentu saja lewat pelayanan publik yang baik," kata Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan dan Kebudayaan, Puan Maharani, Senin (28/8).

Menurutnya, pelayanan publik yang tepat waktu, tepat prosedur, dan tepat biaya adalah contoh revolusi mental yang paling bisa dilihat dan dirasakan manfaatnya oleh publik. Jika pegawai pemerintah telah mengimplementasikan revolusi mental, masyarakat juga bisa meniru.


"Dengan demikian, bangsa Indonesia yang memiliki karakter nilai-nilai Pancasila bisa tercapai," terang Puan.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk laksanakan revolusi mental. Salah satu caranya adalah dengan mengubah pola kerja untuk menciptakan budaya kerja yang baik.

"Ciri budaya kerja yang baik, yaitu peka terhadap pengguna layanan, pemangku kepentingan, atasan, bawahan dan lingkungan. Kemudian adanya inovasi, keberanian mengambil risiko, keterbukaan komunikasi dan terciptanya keharmonisan dalam lingkungan kerja," kata Asman.

Untuk menciptakan budaya kerja tersebut, Asman menegaskan bahwa pola kerja ASN yang cenderung negatif harus diubah menjadi positif. Setidaknya ada 10 pola kerja yang harus diubah.

Pertama, ASN harus bekerja dengan standar yang sudah ditetapkan. Kedua, setiap pegawai harus memiliki kinerja yang produktif sesuai tugas pokoknya.

"Tidak boleh ada lagi pegawai yang bersantai-santai, datang hanya untuk mengisi daftar hadir, kemudian dalam waktu kerja yang bersangkutan tidak melakukan apa-apa, dan pulang tepat waktu," ujar dia.

Ketiga, atasan harus menerapkan sistem reward and punishment kepada bawahannya. Keempat, sistem pelayanan kepada masyarakat harus disempurnakan. Kelima, pemerintah harus terus menyempurnakan fasilitas pelayanan.

"Pelayanan agar lebih cepat, lebih murah, lebih adil, lebih nyaman, dan memiliki kepastian hukum. Tidak boleh ada pungutan liar di setiap unit pelayanan," ungkapnya.

Keenam, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus peka terhadap perubahan dan terus berinovasi. Ketujuh, harus ada sinergitas antar instansi pemerintah untuk mewujudkan efektifitas dan efisiensi.

Kedelapan, pemerintah harus bekerja sama dengan penegak hukum untuk menjalankan hukum dengan tegas. Kesembilan, pemerintah harus mendorong peran serta masyarakat untuk mempercepat pembangunan daerah.

"Terakhir, pemerintah harus bisa menjalin hubungan baik dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan pelaku ekonomi. Ini akan sangat bermanfaat untuk mengetahui keinginan masyarakat, dan sebaliknya, pemerintah akan lebih mudah mengomunikasikan kebijakan kepada masyarakat," tutupnya. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya