Berita

Jokowi-SBY/net

Politik

LBH: Dibanding SBY, Jokowi Lebih Lamban

SENIN, 28 AGUSTUS 2017 | 17:02 WIB | LAPORAN:

  Presiden Joko Widodo dinilai lambat merespon keinginan keluarga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan untuk bertemu.

Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Alghifahri Aqsa mengungkapkan jika dibandingkan dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY), Presiden Jokowi lebih lamban dalam menangani kasus kriminalisasi terhadap penegak hukum.  

"Kita 2010 mendampingi Tama (Tama S Langkun), aktivis ICW yang dibacok setelah menoton bola dan ketika itu dia baru saja beberapa hari melaporkan kasus rekening gendut ke KPK. Waktu itu tidak sampai satu hari SBY langsung datang ke rumah sakit di Duren 3. Dan memerintahkan ke Kapolda dan Kapolri untuk segera diungkap," papar Alghifahri saat konferensi pers di rumah Novel, jalan Deposito Blok T/8 Komplek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (28/8).


Menurutnya, seharusnya Presiden Jokowi yang bertemu langsung dengan Novel Baswedan dan pihak keluarganya.

"Tapi oke lah, hari ini keluarga punya concern dan harapan kalau keluarga yang ingin menyampaikan langsung ke Jokowi. Jadi membandingkan SBY dan Jokowi yang lalu itu jauh berbeda, walaupun kasus Tama juga tidak terungkap sampai sekarang," ucapnya.

Istri Novel Baswedan, Rina Emilda berniat bertemu dengan Presiden Jokowi untuk meminta agar segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). TGPF tersebut untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang tak dikenal usai ia menjalankan solat Subuh di Masjid Al-Ihsan, dekat rumahnya, pada Senin, 11 April 2017. Sehari setelah itu, Novel segera dibawa ke rumah sakit di Singapura untuk dilakukan perawatan intensif hingga saat ini.[san]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya