Berita

Net

Politik

Fraksi Golkar Pertanyakan Lenyapnya Anggaran RPTRA

SENIN, 28 AGUSTUS 2017 | 16:57 WIB | LAPORAN:

Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta mempertanyakan lenyapnya alokasi anggaran untuk pengadaan lahan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dari Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) 2017.

Menurut Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Ashraf Ali, pembahasan dan penganggaran untuk RPTRA sebelumnya sudah disepakati dalam rapat RAPBD DKI 2017 antara Komisi A bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) DKI akhir Desember 2016 lalu.

"Ini sekarang kok tiba-tiba hilang, ada apa. Kalau jajaran empat wali kota tidak siap, alasannya apa. Saya dengar kan hanya wali kota Jakarta Barat yang siap makanya saya minta harus ada klarifikasi biar masyarakat tahu apa yang sebenarnya terjadi," jelas Ashraf kepada wartawan di Jakarta, Senin (28/8).
‎

‎
Dia mengatakan, penghapusan dana pengadaan lahan RPTRA tidak bisa dilakukan sepihak baik oleh TPAD maupun Bappeda DKI. Apalagi alasannya hanya karena wali kota tidak siap atau terjadi kesalahan nomenkelatur.
‎
"Kita tahu ini (RPTRA) sangat dibutuhkan masyarakat, tempat di mana warga bersosialisasi, olah raga dan bersilaturrahmi. Sekarang kalau itu dihapus bagaimana coba. Makanya kami protes," tegas politisi asal Dapil Jaksel ini.

Karenanya, Ashraf menduga, para wali kota di DKI tidak punya kepekaan atau tidak memahami kebutuhan warganya.

"Lantas selama ini mereka bekerja buat siapa. Kalau tidak ngerti kondisi riil masyarakatnya maka kami Partai Golkar mengusulkan agar sebaiknya ke depan wali kota dipilih rakyat langsung saja," ujar Ashraf.

Dengan begitu, politisi senior itu meyakini bahwa model kepemimpinan di lima wali kota nantinya akan sesuai suara dan kebutuhan rakyatnya.

"Bukan seenaknya sendiri kayak sekarang, masak main hapus-hapus saja. Apalagi itu (RPTRA) kan program unggulan gubernur juga," terang Ashraf.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat sebelumnya juga mengaku bingung lantaran anggaran pengadaan lahan RPTRA tiba-tiba menghilang. Padahal, menurutnya, RPTRA sangat dibutuhkan masyarakat. Pemprov DKI pun sedang mengejar pembangunan RPTRA.

Mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mewariskan pekerjaan tersebut kepada jajaran wali kota di lima kota administratif. Yakni melakukan pengadaan lahan RPTRA dengan masing-masing anggaran Rp 50 miliar untuk setiap kota. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya