Berita

JK/net

Politik

JK Ingatkan PAN Dan Golkar Dapat Jatah Menteri Karena Merapat Ke Pemerintah

SENIN, 28 AGUSTUS 2017 | 15:52 WIB | LAPORAN:

Situasi politik di Indonesia yang dinamis merupakan konsekuensi dari sistem presidensial dan sistem multipartai yang dianut.

Hal itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (28/8).

"Kadang hari ini oposisi, besok dia partai pemerintah," kata JK.


JK pun menceritakan saat kampanye pemilihan presiden (pilpres) 2014 lalu, Presiden Joko Widodo dan dia hanya didukung oleh 36 persen kekuatan di parlemen. Namun kata JK, keadaan berubah saat partai oposisi merapat.

"Pemerintah memiliki dukungan hingga lebih dari 70 persen. Partai yang oposisi bisa jadi partai pemerintah dengan tentu diberi imbalan menteri," kata JK.

Partai oposisi yang dimaksud JK adalah Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN). Kedua partai tersebut memang sama-sama mendapatkan jatah satu menteri setelah memutuskan bergabung di gerbong pendukung pemerintah. Golkar menyodorkan Airlangga Hartarto menjadi Menteri Perindustrian. Sementara PAN menyodorkan Asman Abnur menjadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB).

Dinamika seperti itu kata mantan Ketua Umum Golkar itu juga terjadi saat dirinya menjadi pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada pilpres 2004. Saat itu, partai politik yang mendukung pemerintah sangat minim yakni 11 persen. Namun seiring berjalannya pemerintahan ada parpol yang merapat dan pemerintah terus berjalan.[san]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya