Berita

Dwi Astuti Wulandari/Net

Politik

Demokrat: Jangan Mudah Terpikat Tawaran Murah Biro Umrah!

SENIN, 28 AGUSTUS 2017 | 14:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kasus penipuan biro perjalanan umrah First Travel harus menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sebagai konsumen, masyarakat hendaknya tidak dengan mudah terpikat dengan promosi yang ditawarkan biro penyelenggara perjalanan umrah.

Begitu imbau Wakil Ketua Fraksi Demokrat MPR Dwi Astuti Wulandari kepada ratusan warga Pinangranti saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung Advent Thamrin Learning Center, Pinangranti, Jakarta Timur, Senin (28/8).

"Kita jangan mudah terpikat dengan biro penyelenggara yang menjanjikan biaya murah untuk berumrah. Apalagi biaya yang ditawarkan, sampai di bawah harga transportasinya sendiri," ujarnya.


Sementara bagi biro perjalanan umrah, Dwi meminta agar lebih cermat dalam menghitung biaya perjalanan, penginapan, dan makan jemaah dengan harga yang rasional. Sehingga tidak terjadi kerugian yang berakibat pada kegagalan para jemaah berangkat ke tanah suci.

"Pemerintah juga harus lebih selektif atau ketat dalam memberikan izin biro perjalanan umrah untuk beroperasi sekaligus mengawasi cara bisnis biro tersebut melakukan operasionalnya," tegas anggota Komisi VIII DPR

Adapun materi Sosialisasi Empat Pilar yang disampaikan Dwi Astuti dalam kesempatan ini adalah pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak saat berselancar di media sosial.

"Awasi anak saat bersosmed," ujarnya.

Selain itu, ia meminta kepada warga Pinangranti untuk tidak mengumbar ujaran kebencian di sosmed karena bisa dijerat dengan UU ITE.

"Gunakan sosmed secara bijak. Jangan sampai melanggar hukum. Ingat ada UU ITE yang mengatur hal ini.

Sebanyak 150 orang hadir dalam acara ini. Mereka antara lain, Lurah Pinangranti, Babinsa, Ketua RW/RT Pinangranti, karang taruna, ibu-ibu majelis taklim, dan tokoh masyarakat sekitar. [ian]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya