Berita

Politik

Kebijakan Pemerintah Harus Berpihak Pada Petani Tebu

SENIN, 28 AGUSTUS 2017 | 14:32 WIB | LAPORAN:

Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan, Minyak Gas Bumi dan Umum (FSP KEP) mendukung penuh aksi ribuan petani tebu seluruh Indonesia, terkait kisruh harga gula.

Ketua Umum FSP KEP Sunandar menyatakan, unjuk rasa yang dimotori Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) murni membawa kepentingan petani. Karenanya, FSP KEP turut hadir memberikan dukungan untuk menyelamatkan petani dari ancaman kerugian pasca panen.

Dia menjelaskan, para petani menuntut kebijakan pemerintah supaya berpihak kepada petani tebu. Dengan cara meningkatkan Harga Eceran Tertinggi (HET) gula dari Rp 12.500 per kilogram menjadi Rp 14 ribu per kilogram. Sementara, Harga Pokok Pembelian (HPP) dari Rp 9.100 per kilogram menjadi Rp 11 ribu per kilogram.


"Kami memberikan apresiasi pada pemerintah dan APTRI yang sudah membuat kesepakatan. Kita mendorong keduanya untuk bisa merealisasikan harapan petani secepatnya, khususnya soal harga gula," kata Sunandar kepada redaksi, Senin (28/8).

Sunandar melihat bahwa aksi yang dilakukan petani merupakan wujud langkah advokasi di Indonesia. Dalam kondisi saat ini, petani terancam mengalami kerugian pasca panen dengan rendahnya harga gula, belum lagi serbuan gula impor juga mengancam gula petani yang tak terbeli.

"Sunandar sangat berharap bagaimana gula impor tidak beredar di pasaran konsumsi dan mewujudkan revitalisasi pabrik gula BUMN dan tidak menutup pabrik gula yang ada sebelum pemerintah membuat pabrik gula baru. Serta merealisasikan rendemen 8,5 persen di tahun 2017 sesuai yang telah dijanjikan," imbuhnya. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya