Berita

Budi Karya Sumadi/Net

Politik

Menteri Budi Gigih Berantas Korupsi Di Kemenhub

SENIN, 28 AGUSTUS 2017 | 12:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan tidak ada berkaitan dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Sejumlah aktivis pemuda menilai Menteri Budi sudah tegas menyatakan komitmen untuk membersihkan kementerian yang dipimpinnya dari oknum-oknum nakal. Sehingga tidak tepat jika ada pihak-pihak yang menggunakan OTT KPK di Kemenhub tersebut untuk menyerang Menteri Budi.

"OTT itu tidak ada kaitannya dengan pribadi menterinya. Justru dia begitu konsen untuk membersihkan Kemenhub dari oknum-oknum rakus dan tamak," tegas Presidium Kamerad, Haris Pertama kepada redaksi, Senin (28/8).


Senada dengan itu, Sekjen Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Suwanto Sugito, juga menilai bahwa Menteri Budi gigih dalam memberantas korupsi. Ini lantaran setiap proyek di Kemenhub selalu melibatkan KPK.

Menteri Budi, lanjut Wanto, secara kesatria telah meminta maaf kepada publik karena kementeriannya terkena OTT KPK. Meski, dalam OTT tersebut, Dirjen Hubla Antonius Tonny Budiono telah mengakui bahwa kesalahan itu murni perilaku pribadinya dan tidak ada kaitan dengan Menteri Budi.

"Persoalan ada anak buahnya yang korupsi kan sudah diakui yang kena OTT tidak terkait dengan pribadi Menhub.  Menhub sudah komitmen setiap pekerjaan menggandeng KPK," jelas Wanto.  

Ia menilai bahwa selama memimpin Kemenhub, Budi karya telah mampu menjalankan program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan baik. Banyak perubahan yang signifikan dalam infrastruktur tanah air dan hal ini sesuai dengan program kerja Presiden Jokowi.

"Kinerja luar biasa ini layak mendapat apresiasi," pungkasnya. [ian]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya