Berita

Sarmuji: Saya Optimis Indonesia Tidak Kekurangan Ahli Tata Negara

SENIN, 28 AGUSTUS 2017 | 12:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Debat Konstitusi dan Constitutional Drafting yang digelar dalam rangkaian Pekan Konstitusi MPR merupakan suatu ikhtiar yang sangat bagus.

"Kegiatan seperti ini harus dilanjutkan," ujar Anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar, Sarmuji saat menjadi juri pada babak penyisihan debat konstitusi, di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara IV, Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (28/8).

Lebih lanjut dikatakan oleh alumni Universitas Jember itu, Pekan Konstitusi MPR 26 hingga 31 Agustus 2017 merupakan kegiatan selain untuk mensosialisasikan Empat Pilar, juga sebagai cara untuk memperkuat kemampuan mahasiswa untuk terus menerus belajar tata negara yang berkaitan dengan UUD NRI Tahun 1945.


Saat Sarmuji menjadi juri, ia mengamati debat yang ada sangat luar biasa. "Jauh dari ekspetasi saya," ungkapnya.

Dikatakan, para peserta berdebat seolah-olah adalah para ahli. "Baik yang pro maupun kontra," paparnya.

Para peserta disebut Sarmuji, menyampaikan argumentasi yang jelas, baik filosofi, yuridis, maupun sosiologisnya.

"Sehingga saya merasa optimis kita tidak akan kehilangan dan kekurangan ahli-ahli tata negara pada masa yang akan datang," ungkapnya.

Kegiatan seperti ini, diharapkan pesertanya diperluas agar seleksinya lebih ketat, pertarungan ide dan gagasan menjadi lebih intensif.

"Kita berharap bibit-bibit terbaik yang akan muncul dalam kontestasi ini," tukas Sarmuji mengharapkan.

Dikatakan oleh anggota juri yang lain, Ana Muamanah, diharapkan para peserta untuk lebih mengeskplore materi dalam perdebatan. Diungkapkan, dalam debat itu ada teknik sehingga bisa mengatur kuota waktu.

"Tadi ada yang mengulang-ulang kalimat," ujar perempuan anggota MPR dari Fraksi PKB itu.

Dirinya juga mengharap agar peserta tidak terburu-buru menyampaikan gagasan sehingga tidak kelihatan 'ngos-ngosan' dalam berdebat.

Sekjen MPR, Maruf Cahyono yang dalam kesempatan itu juga menjadi juri, dirinya memberi apresiasi kepada peserta debat. Diakui tak mudah untuk membangun argumentasi. "Inilah debat dalam rangka membangun sistem," ujarnya.

Peserta disebut sudah mendiskusikan dalam konsep dan implementasi dalam argumennya. "Tak ada pendapat salah dan benar tetapi yang ada adalah pengayaan argumentasi," tegasnya.

Salah satu peserta debat, Fitriyah, mengakui acara seperti itu bagus. "Buat mengakomodir aspirasi," ujar mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara itu.

Acara ini dikatakan sangat penting sebab diakui banyak generasi muda yang mulai lupa pada Empat Pilar. Dengan acara ini bisa menyadarkan kembali. Tim dari perguruan tinggi favorit di Sumatera Utara itu mempersiapkan diri selama sebulan. "Kita belajar penyampaian, urutan, dan substansinya," akunya.

Dalam Pekan Konstitusi MPR itu peserta dibagi dalam dua katagori, yakni Constitutional Drafting dan Debat Konstitusi. Peserta itu adalah Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, Universitas Pelita Harapan, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Indonesia, Universitas Pattimura, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hasanuddin, Universitas Udayana, Universitas Islam Negeri Walisongo, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Brawijaya, dan Universitas Airlangga. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya