Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Doli Dijatuhi Sanksi, GMPG: Pimpinan Golkar Takut Dikritik

SENIN, 28 AGUSTUS 2017 | 10:42 WIB | LAPORAN:

Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) mengkritik keras surat peringatan  dari Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Idrus Marham terhadap ketuanya, Ahmad Doli.

Sanksi itu justru dinilai bukti Golkar sekarang dipimpin oleh orang-orang primitif.

"Mereka masih memberlakukan pengelolaan partai politik dengan cara kuno, dan menganggap partai politik itu seakan milik pribadi, kelompok, bahkan perusahaan. Mereka menganggap partai diisi oleh atasan dan bawahan, pimpinan perusahaan dan pegawai," kata seorang pengurus  GMPG, M Syamsul Rizal melalui keterangan pers yang diterima wartawan, Senin (28/8).


Dijelaskan, dalam kehidupan politik dan demokrasi modern saat ini, partai politik seharusnya menjadi lembaga milik publik, di mana besar kecilnya ditentukan sejauh mana pimpinan partai bisa berinteraksi, berdialektika, dialog, serta mengagregasi kepentingan setiap anggotanya dan masyarakat.

"Pimpinan Golkar saat ini sedang mengembangkan bentuk kekuasaan absolut dalam tubuh partai. Mereka sangat takut dengan kritik dan meresponsnya dengan gaya tangan besi, seperti tak mengenal mengenal demokrasi," tegasnya.

Kedua, lanjutnya, dilihat dari isi surat peringatan itu, pimpinan Golkar seperti kehilangan kecerdasan dalam memahami dan melakukan pengelolaan organisasi. Surat itu ditujukan kepada Ahmad Doli Kurnia dalam kapasitasnya sebagai seorang "anggota". Dan peringatan itu diterbitkan karena menganggap Doli tidak mentaati kebijakan DPP Partai Golkar, khususnya hasil rapat pleno.

"Ini yang tidak nyambung. Sebagai anggota kewajiban dan tanggung jawabnya adalah taat kepada AD/ART dan seluruh keputusan partai (BAB VII pasal 15 AD dan BAB II pasal 2 ART). Apa yang kami GMPG lakukan selama ini adalah justru dalam rangka menegakkan konstitusi dan seluruh keputusan tertinggi partai. Salah satu keputusan penting partai yang kami perjuangkan adalah Keputusan Munaslub 2016 yang menempatkan Golkar harus menjadi garda terdepan untuk ikut melakukan pemberantasan korupsi," paparnya.

Jadi, sambung Syamsul, yang dilakukan oleh GMPG sesungguhnya menyelamatkan partai dari orang-orang yang hanya berlindung serta memanfaatkan partai untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

"Partai Golkar saat ini babak belur, citranya sangat buruk, dan elektabilitasnya terus menurun, karena dicap partai pro korupsi," imbuhnya.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya