Berita

Ilustrasi/Net

Politik

DPR Desak Direksi Bank Jatim Tersangkut Korupsi Dicopot

SENIN, 28 AGUSTUS 2017 | 09:54 WIB | LAPORAN:

Para pemegang saham Bank Jatim harus mencopot tiga direksinya yang sudah menjadi tersangka kasus  dugaan korupsi dan pencucian uang pada penghapusan buku (write off) debiturnya, PT SGS senilai Rp 147.483.736.216,01 atas nama Ayong.

Begitu ditegaskan anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil kepada wartawan di gedung Nusantara III Senayan, Jakarta, Senin (28/8).

"Harusnya dicopot mereka, karena ini adalah perbankan di mana tingkat kepercayaan harus dijaga maka dengan ada status dua direksi kepecayaan dari para nasabah Bank Jatim akan jatuh," ujarnya pada wartawan di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (28/8).


Pengamat hukum Universitas Airlangga, I Wayan Titib Sulaksana mempertanyakan sikap Direktur Operasional Rudi Hardiono, serta Direktur Bisnis Menengah dan Korporasi,  Suudi yang tak jua mundur dari jabatan mereka.

"Kenapa harus Eko Antono (direktur Kepatuhan Bank Jatim) saja yang dikorbankan, sedangkan dua tersangka lainnya masih bisa enjoy dalam melakukan pekerjaannya?" tanya dia.

Wayan menyesal sikap Direktur Utama Bank Jatim, Suroso, yang dinilainya tidak tegas memberhentikan Rudi dan Suudi. Ia kuatir kepercayaan publik menurun terhadap Bank Jatim.

"Seharusnya dirut bertanggung jawab, berwenang lakukan tindakan diskresi atas perbuatan bawahannya. Copot atau pecat saja dua tersangka direksi yang aktif," tegasnya.

Wayan berharap para tersangka dapat bekerja sama dan jujur untuk mengungkap asal usul terbongkarnya kasus tersebut sehingga terang benderang di mata hukum.

Dari tiga tersangka, baru Eko yang secara resmi mundur per Februari 2017 lalu. Sedangkan R udi dan Suudi masih aktif menjabat di perusahaan plat merah di Jatim tersebut.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya