Berita

Anthony Leong/Dok

Politik

Pakar Digital Ini Pernah Ditawari Duit Miliaran Untuk Serang Agama Tertentu

SENIN, 28 AGUSTUS 2017 | 09:35 WIB | LAPORAN:

Bareskrim Polri mengungkap sindikat penebar ujaran kebencian bernama Saracen. Polisi menangkap tiga tersangka dalam kasus ini.

Kelompok ini bergerak dengan peran dan tugasnya masing-masing. Dengan senjata ribuan akun, mereka menyebarkan isu ujaran kebencian dan bernada SARA sesuai dengan pesanan.

Dalam temuannya, polisi menemukan sebuah pesanan senilai puluhan hingga ratusan juta rupiah.


Pakar komunikasi digital, Anthony Leong mengaku pernah mendapat tawaran yang lebih besar hingga miliaran rupiah untuk menyerang kelompok dan agama tertentu. Tapi tawaran itu tegas ditolaknya.

"Kita bekerja harus ada idealisme. Dalam strategi komunikasi atau kampanye politik perlu ada ideologi. Kita bertanding untuk bersanding bukan dengan menghalalkan segala cara untuk memenangkan kompetisi. Ujung-ujungnya memecah belah bangsa," ujar Anthony di Jakarta.
 
Terbongkarnya sindikat Saracen yang diduga aktif menyebarkan berita bohong bernuansa SARA di media sosial berdasarkan pesanan itu menurut Anthony memang merupakan hal yang terorganisir, bukan semata aksi individu.

"Dalam konteks buzzer itu ada bandwagon effect, jadi mereka akan melakukan reposting dan broadcasting kembali kepada pengguna media sosial yang lainnya," tutur Anthony.

Anthony yang juga fungsionaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu mengingatkan agar masyarakat waspada dan kritis terhadap konten-konten berbau SARA yang beredar di media sosial.

"Kemajuan era digital kini perlu diimbangi dengan perilaku masyarakat yang cerdas dan rasional dalam menanggapi sebuah isu. Jangan sampai mudah terprovokasi," imbau Anthony.[wid]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya