Demi meningkatkan pelayanan pelaksanaan pilkada, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat berencana menggelar sharing knowledge dengan melibatkan petugas KPU dari berbagai negara.
Rencana itu diawali dengan kerjasama dengan asosiasi dosen ilmu politik Indonesia (Adipi) yang nantinya bertindak sebagai pembuat event sharing knowledge tersebut.
Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat menjelaskan, selain bekerja sama dengan Adipi, pihaknya juga akan mengundang petugas KPU Kabupaten Kota di Jawa Barat pada acara tersebut. Termasuk juga petugas KPU Provinsi di seluruh Indonesia.
"Kita akan mengundang KPU yang ada di Eropa, Asia dan Australia. Akses-akses asosiasi dosen cukup baik di dunia internasional, dengan jaringan itu mereka akan kita datangkan ke sini untuk berbagi pengalaman bagaimana melayani penyandang disabilitas seperti apa," katanya.
Nantinya, lanjut Yayat, pada acara tersebut akan dibahas tata cara memberikan pelayanan yang baik kepada para pemilih, khususnya pemilih disabilitas.
"Jadi pengalaman pengalaman di beberapa negara tersebut akan kita himpun dan jadi rekomendasikan dan akan diupayakan direalisasi. Karena di beberapa negara itu berbeda beda permasalahan disabilitas di sana," katanya.
Menurutnya, hal itu penting karena masyarakat penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dan harus mendapatkan perhatian.
"Pemilih disabilitas ini harus diperhatikan, itu sebagai amanah uud dan konstitusi. Setiap warga negara sama kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan. Jadi kita harus memberikan pelayanan yang sama baik disabilitas dengan lainnya, jangan dibeda bedakan," katanya seperti diberitakan
RMOLJabar.
[ian]