Berita

Politik

Pemilu 2019, PSI DKI Targetkan 3 Kursi DPR Dan 10 Kursi DPRD

SENIN, 28 AGUSTUS 2017 | 02:29 WIB | LAPORAN:

DPW Partai Solidaritas Indonesia DKI Jakarta menargetkan akan mendapatkan 3 kursi DPR dan 10 kursi DPRD pada Pemilihan Umum 2019 mendatang. Dengan target tersebut, PSI bisa memiliki fraksi sendiri di DPRD DKI Jakarta.

Ketua DPW PSI Jakarta, Michael V. Sianipar, menjelaskan perubahan bagi Indonesia kekuatan di parlemen harus signifikan.

"Banyak yang bilang bahwa target saya ini mustahil, sebab Pemilu sudah kurang dari dua tahun. Tetapi, saya akan berkomitmen untuk bekerja keras memenuhi target tersebut," ucapnya (Minggu, 27/8).


Setelah menggelar acara Kopdarwil PSI Jakarta kemarin, hari ini DPP PSI resmi membuka rekrutmen untuk menjadi calon anggota legislatif partai di DPR dan DPRD provinsi, kabupaten, dan kota hari ini.

Anggota PSI Jakarta tercatat berjumlah 10.000 orang, pada 2019 PSI Jakarta yakin bahwa anggotanya akan terus bertambah. Karena untuk mendapat 3 kursi DPR dan 10 kursi DPRD, pihaknya harus bisa memenangkan setidaknya 400.000 suara.

"Kita akan memperluas jaringan kita, baik itu di udara maupun di akar rumput. Kami juga akan merekrut 35.000 relawan untuk bertugas di lapangan, yang akan berkampanye dan mengawal suara hingga selesai rekapitulasi nanti," papar Michael.

Namun, selaku Ketua DPW PSI Jakarta, dia menyatakan bahwa dirinya tidak akan maju sebagai Caleg di Pemilu 2019.

"Kalau saya nyaleg, saya akan sibuk dengan kampanye diri sendiri. Untuk apa saya terpilih, jika  caleg lain dari PSI tidak banyak yang lolos. Saya memutuskan untuk fokus mengawal kampanye PSI di Jakarta, membantu semua caleg dan jaringan pengurus serta relawan," tegasnya.

Dia memastikan pengurus harian partai di PSI Jakarta bekerja secara professional, termasuk dirinya. Sebagai pengurus PSI Jakarta, pihaknya harus memastikan mesin partai berjalan efektif dan objektif.

"Saya akan memastikan, pengurus PSI Jakarta tetap solid dan caleg-caleg dari PSI memiliki mental yang kuat dan tidak sibuk dengan kepentingan diri sendiri, apalagi saling tusuk-menusuk," pungkas Michael. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya