Berita

RMOL

Politik

KPPG Siapkan Kader Perempuan Hadapi Pemilu

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 | 18:01 WIB | LAPORAN:

Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) menyiapkan kader-kader dalam menghadapi Pilkada 2018, pileg maupun Pilpres 2019, dengan memberikan pembekalan dan pengetahuan yang cukup.

"KPPG memang lebih banyak perempuan dari segi kapital juga tidak besar. Maka saya mendorong agar perempuan maju bersama-sama dengan meningkatkan kemampuan dan kompentensi perempuan di dalam partai melalui workshop yang diselenggarakan," kata ketua Umum KPPG Ulla Nuchrawatydi sela workshop nasional bertema 'Perempuan Legislatif, Eksekutif dan Kader Partai Golkar' yang diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta (Minggu (27/8).

Dia menilai, sumber daya manusia di Golkar tentu harus terus ditingkatkan. Hal itu merupakan tugas partai agar kader-kadernya mampu menjawab tantangan di masa yang akan datang.


"Jika parpol diibaratkan dapur tentu dia harus memilih bahan baku masakan yang layak, pantas dan mengolahnya dengan baik. Artinya kader-kader harus disiapkan sebaik mungkin, makanya KPPG menyelenggarakan workshop yang tujuannya ke sana," jelas Ulla.

Menurutnya, political will diperlukan agar perempuan bisa maju. Political will itu gayung bersambut dengan Golkar yang juga ingin banyak kader perempuannya berkiprah di legislatif dan eksekutif.

"Tinggal political will pemerintah adalah menjaga agar perempuan jangan sampai termarjinalkan, apalagi kalau dia memang sengaja dikalahkan," harap Ulla.

Sekarang, KPPG mempersiapkan beberapa mekanisme atau sistem mengarah pada proses agar perempuan lebih unggul ke depan. Dengan terus menyelenggarakan sekolah perempuan Partai Golkar. Terkait seringnya suara perempuan dicurangi atau bahkan dicuri pada setiap pemilu, Ulla melihat hanya sedikit perempuan yang bisa melawan dan muncul stigma bahwa perempuan dibohongi saja mau, selalu mengalah dan lebih pada ketabahan serta keikhlasan.

"Saya tegaskan janganlah curang terhadap perempuan karena itu sama saja curang pada ibumu, dan workshop ini juga memberikan pengetahuan bagi perempuan agar suaranya tidak dicurani atau dicuri. Workshop ini pendidikan dan sekolah politik perempuan Partai Golkar secara formal agar kader perempuan Golkar benar-benar siap menghadapi pemilu nanti," pungkas Ulla. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya