Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli: Kebijakan Ekonomi Neoliberal Harus Diubah

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 | 13:11 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Di hadapan para mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Belanda, tokoh nasional DR Rizal Ramli kembali mengemukakan pentingnya cara berpikir out of the box, yaitu cara berpikir yang tidak konvensional dalam menghadapi setiap persoalan, termasuk dalam masalah perekonomian nasional.

"Harus cari terobosan. Misalnya terhadap perekonomian neoliberal yang menyerahkan segala kepentingan nasional dan kepentingan rakyat kepada pasar," kata Rizal Ramli dalam acara 'Indonesia Intellectual Forum in Netherlands' yang digelar di Vrije Universiteit, Amsterdam, Belanda, Sabtu (26/8) waktu setempat.

Menurutnya, kebijakan ekonomi neoliberal harus diubah. Harus ada sebuah kompetisi supaya masyarakat tidak dirugikan.


"Perekonomian neoliberal yang pro pasar harus diubah dengan memulainya dari analisa struktur ekonomi dan sosial. Jangan memakai rumus yang generik," tegas mantan Menko Maritim dan Sumber Daya itu.

Menko Ekonomi dan Kabulog di era Presiden Gus Dur ini juga mengemukakan bahwa jika menggunakan pendekatan historis, Indonesia banyak sekali mengalami kemajuan, namun hal itu sangat berbanding terbalik kalau menggunakan indikator Human Development Indeks (HDI), yang digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat. .

"Yang terdidik makin banyak, banyak kemajuan. Sayangnya kalau menggunakan indikator Human Development Indeks kita masih relative tertinggal," tegasnya.

"Hasil riset membuktikan rakyat Indonesia masih banyak yang belum sejahtera, salah satu faktor penyebab yang sangat dominan adalah akibat kebijakan ekonomi neoliberal," pungkas Rizal Ramli.

Namun demikian, dalam forum bertema Development of Maritime Economics, Human Resources, and Environmental Protection in Indonesia tersebut Rizal Ramli menyebut bahwa ada juga kebijakan Presiden Jokowi yang sangat pro rakyat, salah satunya di bidang kemaritiman. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya