Berita

Politik

30 Ribu Warga Kabupaten Bogor Penuhi Parade Kebhinnekaan TMP

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 | 12:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

RMOL. Sekitar 30 ribu warga kabupaten Bogor tumpah ruah menghadiri Parade Kebhinnekaan Nusantara yang dilaksanakan di Parung Panjang, Bogor (Minggu, 27/8). Mereka hadir dari berbagai elemen lintas agama, lintas suku, lintas budaya dan komunitas.

Di antara yang hadir adalah tokoh dari Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor, Banser, KNPI, Pemuda Pelopor, Karang Taruna, IPNU, IPPNU,  FP4GN, Gema MA, BNNK, Damas, PIK-R, PPAPRI, Wiramuda Nusantara, PMII dan lain-ain. Hadir juga para guru dan siswa dari SMK Bina Putra Mandiri, Pondok Pesantren Modern Al-Hijrah hingga sekolah dasar yang ada di Kabupaten Bogor.

Di acara ini juga ditampilkan berbagai tarian Nusantara seperti tarian Aceh, Betawi, Sunda, Dayak, Batak, Melayu dan Papua. Juga tampil pentas seni dari ragam sanggar tari. Ada juga stand berbagai kuliner yang ada di Bogor.


Menurut Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) acara ini, selain bentuk peringatan HUT 72 RI, juga dalam rangka menjaga, merawat dan membela nilai-nilai Pancasila, pluralisme dan kebhinnekaan. Ia memastikan bahwa kelompok masyarakat yang mendukung Pancasila di negara ini merupakan kelompok arus utama dan mayoritas. Karena itu, dengan cara ini maka ia mendorong masyarakat yang selama ini diam atau menjadi silent majority untuk bergerak melawan segala bentuk yang bisa mengancam Pancasila.

"Mari kita menjadi Pancasilais sejati, bukan yang gadungan. Kita sesama anak bangsa jangan mau diadudomba. Cukup politik pecah belah ada di era penjajahan. Kita lawan segal upaya politik devide at impera yang mau memecah bangsa," kata Maruarar, disambut tepuk tangan ribuan hadiri.

Maruarar Sirait juga menambahkan bahwa kesenjangan ekonomi yang ada di masyarakat harus segera diselesaikan. Mengatasi hal ini bukan dengan cara-cara radikal melainkan dengan pemerataan ekonomi. Dan kini, pemeritahan Jokowi  serius dan kerja keras melakukan pemerataan ekonomi.

"Paling tidak ada empat program yang kini menjadi bagian dari upaya pemerataan ekonomi. Yaitu dengan Kartu Indonesia Pintar (KIS) yang sudah dibagikan bagi 19 juta pelajar, Kartu Indonesia Sehat (KIS), anggaran desa yang mencapai Rp 60 triliun dan ini anggaran terbesar untuk desa selama pemerintahan yang ada, serta pembagian sertifikat atau distribusi tanah," tegas Maruarar.

"Persoalan pengabaian ideologi Pancasila selama ini yang sekarang berimbas pada radikalisme, penyelesaiannya adalah masalah kesenjangan ekonomi harus diselesaikan. Pemerataan harus dikedepankan," tegasnya.

Dia pun mengapresiasi Panglima TNI Jenderal Gator Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan  seluruh elemen masyarakat yang bersatu dalam membumikan nilai-nilai Pancasila. Dan setiap tantangan akan lebih mudah diselesaikan apabila seluruh elemen masyarakat bersatu.

"TNI, Polri, Pemerintah dan masyarakat harus bersatu bersama-sama membumikan kembali nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhineka Tunggal Ika," demikian Maruarar. [ysa]

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

UPDATE

Program Kurban Presiden dari APBN Punya Dampak Sosial dan Ekonomi

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:20

Isu Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret Tak Terkait dengan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:11

Belum Hari Kemerdekaan, Rupiah Sudah di Atas Rp17.845 per Dolar AS

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:10

Bantuan Kurban Presiden dari APBN Lebih Tepat Disebut Program Sosial

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:06

Guru Berhak Dapat Kehidupan Layak Sesuai Pasal 27 UUD 1945

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:02

Iduladha di KBRI Madrid Jadi Obat Rindu Diaspora pada Masakan Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:57

Pimpin Kurban Presiden dan Wapres di Istiqlal, Nasaruddin Umar: InsyaAllah Aman dan Sesuai Syariat

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:48

Harga Emas Antam Ambruk Rp31.000, Turun ke Rp2,75 Juta per Gram

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:40

Tak Boleh Asal Sembelih, Ini Standar Kurban Ketat di Istiqlal

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:26

Pemerintah Kejar Net Zero Emission Lewat Proyek Panas Bumi

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:23

Selengkapnya