Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Poros Maritim Berhasil Jika Anak Muda Indonesia Cinta Laut

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 | 08:23 WIB | LAPORAN:

Mantan menteri perekonomi era Presiden Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli sependapat dengan Presiden Jokowi bahwa poros maritim sangat penting.

"Ini benar sekali. Indonesia adalah negara salah satu negara maritim paling besar. Garis pantai kita termasuk yang paling panjang di dunia," kata Rizal saat berpidato di Amsterdam, Belanda, Kamis (26/8) lalu.

Dengan garis pantai terpanjang ini, menurut Rizal, seharusnya Indonesia kuat di laut. "Karena siapa yang menguasai laut, akan menguasai dunia," sambung Rizal.


Portugal yang penduduknya hanya 1 juta orang pada abad ke-6 mampu menguasai dunia. Menurut Rizal, itu terjadi karena mereka menguasai laut.  Padahal yang menjadi pelautnya kurang dari 100 ribu orang. Tapi mereka mempunyai keberanian mengambil risiko sebagai pelaut.

Itulah sebabnya Portugal akhirnya mampu menguasai Goa di India. Filipina dan Indonesia bagian timur juga mereka kuasai. Bahkan negara paling besar di pantai Afrika, Mozambik dan beberapa negara lainnya dikuasai mereka.

"Bayangkan, modalnya hanya kurang dari 100 ribu pelaut, tapi bisa menguasai dunia," mantan menteri koordinator bidang maritim dan sumber daya ini, menekankan.

Belakangan Spanyol yang punya penduduk lebih banyak mengikuti jejak Portugal. Portugal pun kalah pengaruhnya.

Kemudian pada abad ke 18-19, lanjut Rizal, Inggris menguasai laut dan dunia. Begitu juga abad ke-20 yang menjadi abadnya Amerika. Ini terjadi terutama juga karena pengaruh kekuatan maritim angkatan laut Amerika di seluruh dunia.

Abad ke-21 adalah abadnya Asia. Rizal menyebutkan, salah satu di antaranya yang makin besar dan makin kuat secara ekonomi, politik, dan militer adalah Tiongkok. Mereka juga semakin agresif, semakin assertif. India juga dinilainya makin besar dan kuat.

"Kami ingin Indonesia menjadi salah satu negara yang akan menguasai wilayah ini. Tapi syaratnya kita harus menguasai maritim," tegas Rizal.

Salah satu strategi supaya Indonesia berhasil membentuk poros maritim dengan mengajarkan anak-anak muda harus cinta laut.

Seperti diketahui, pada abad ke-16 Majapahit punya pengaruh cukup besar, sehingga sampai Malaka. Sriwijaya juga pengaruhnya sampai ke Campa, Thailand.

Rizal menerangkan, tiga bulan yang lalu, ketika dirinya masih menjabat menko kemaritiman, mengirim prototype kapal zaman Majapahit ke Tokyo, Jepang dengan beberapa awak saja. Sekarang propotype kapal tersebut masih dalam perjalanan ke Tokyo.
 
"Di zaman Majapahit, hanya dengan alat yang sangat sederhana saja mereka bisa sampai ke Tokyo. Ini menunjukan bahwa pelaut-pelaut kita juga hebat," kata Rizal.

Tak berhenti di situ saja, sebut Rizal, tiap tahun kantor Kemenko Maritim dan Sumber Daya bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut mengirim 2 ribu pelajar dan mahasiswa untuk keliling Indonesia dengan naik kapal. Tujuannya agar mereka belajar mencintai laut. 

"Tenyata mayoritas pemuda mahasiswa tersebut belum pernah naik kapal sama sekali," imbuh tokoh mahasiswa terkemuka Angkatan 1978 ini.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya