Mantan menteri perekonomi era Presiden Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli sependapat dengan Presiden Jokowi bahwa poros maritim sangat penting.
"Ini benar sekali. Indonesia adalah negara salah satu negara maritim paling besar. Garis pantai kita termasuk yang paling panjang di dunia," kata Rizal saat berpidato di Amsterdam, Belanda, Kamis (26/8) lalu.
Dengan garis pantai terpanjang ini, menurut Rizal, seharusnya Indonesia kuat di laut. "Karena siapa yang menguasai laut, akan menguasai dunia," sambung Rizal.
Portugal yang penduduknya hanya 1 juta orang pada abad ke-6 mampu menguasai dunia. Menurut Rizal, itu terjadi karena mereka menguasai laut. Padahal yang menjadi pelautnya kurang dari 100 ribu orang. Tapi mereka mempunyai keberanian mengambil risiko sebagai pelaut.
Itulah sebabnya Portugal akhirnya mampu menguasai Goa di India. Filipina dan Indonesia bagian timur juga mereka kuasai. Bahkan negara paling besar di pantai Afrika, Mozambik dan beberapa negara lainnya dikuasai mereka.
"Bayangkan, modalnya hanya kurang dari 100 ribu pelaut, tapi bisa menguasai dunia," mantan menteri koordinator bidang maritim dan sumber daya ini, menekankan.
Belakangan Spanyol yang punya penduduk lebih banyak mengikuti jejak Portugal. Portugal pun kalah pengaruhnya.
Kemudian pada abad ke 18-19, lanjut Rizal, Inggris menguasai laut dan dunia. Begitu juga abad ke-20 yang menjadi abadnya Amerika. Ini terjadi terutama juga karena pengaruh kekuatan maritim angkatan laut Amerika di seluruh dunia.
Abad ke-21 adalah abadnya Asia. Rizal menyebutkan, salah satu di antaranya yang makin besar dan makin kuat secara ekonomi, politik, dan militer adalah Tiongkok. Mereka juga semakin agresif, semakin assertif. India juga dinilainya makin besar dan kuat.
"Kami ingin Indonesia menjadi salah satu negara yang akan menguasai wilayah ini. Tapi syaratnya kita harus menguasai maritim," tegas Rizal.
Salah satu strategi supaya Indonesia berhasil membentuk poros maritim dengan mengajarkan anak-anak muda harus cinta laut.
Seperti diketahui, pada abad ke-16 Majapahit punya pengaruh cukup besar, sehingga sampai Malaka. Sriwijaya juga pengaruhnya sampai ke Campa, Thailand.
Rizal menerangkan, tiga bulan yang lalu, ketika dirinya masih menjabat menko kemaritiman, mengirim prototype kapal zaman Majapahit ke Tokyo, Jepang dengan beberapa awak saja. Sekarang propotype kapal tersebut masih dalam perjalanan ke Tokyo.
Â
"Di zaman Majapahit, hanya dengan alat yang sangat sederhana saja mereka bisa sampai ke Tokyo. Ini menunjukan bahwa pelaut-pelaut kita juga hebat," kata Rizal.
Tak berhenti di situ saja, sebut Rizal, tiap tahun kantor Kemenko Maritim dan Sumber Daya bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut mengirim 2 ribu pelajar dan mahasiswa untuk keliling Indonesia dengan naik kapal. Tujuannya agar mereka belajar mencintai laut.Â
"Tenyata mayoritas pemuda mahasiswa tersebut belum pernah naik kapal sama sekali," imbuh tokoh mahasiswa terkemuka Angkatan 1978 ini.
[wid]