Berita

Djarot/net

Politik

Djarot Ogah Gaji "Pak Ogah"

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 | 04:25 WIB | LAPORAN:

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak bisa menggaji sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas).

"Mungkin kita bisa bantu melalui penugasan petugas pemeliharaan prasarana dan sarana umum (PPSU), ketika dia senggang dia bisa bantu itu, tetapi kalau relawan kami disuruh membayar, ya enggak-lah. Namanya juga relawan, yang namanya relawan itu kan enggak dibayar," ujar Djarot kepada wartawan di kantornya, Sabtu (26/8).

Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya (PMJ) Kombes Halim Pagarra membenarkan terkait penundaan tersebut mengakui pihaknya telah menyurati Djarot terkait pemberian gaji kepada Pak Ogah. Namun, surat tersebut menurut Halim belum ditanggapi oleh Djarot.


"Belum, makanya saya mau tanya bagaimana responsnya dari gubernur, dua surat kita masukkan ke sana adanya permintaan anggaran atau honor dari supeltas," ujar Halim.

Selain meminta bantuan Pemprov DKI Jakarta, lanjut Halim, pihaknya menggandeng Kamar Dagang Industri (Kadin) DKI Jakarta dalam pemberian honor kepada supeltas.

Menurut Halim, dirinya berharap Supeltas dapat digaji sesuai Upah Minimum Regional (UMR) DKI Jakarta sebesar Rp 3,1 juta. Namun, hal itu akan diaesuaikan dari pihak yang dilibatkan dalam MoU.

"Kita maunya sih sesuai UMR. Tapi kan tergantung anggaran beliau," kata Halim.

Sebelumnya, pihak Ditlantas PMJ telah menyeleksi sejumlah pendaftar Supeltas dari seluruh DKI. Tercatat ada 480 lebih "Pak Ogah Binaan" yang telah didata dan diberi pelatihan. Mereka juga dilatih 12 gerakan mengatur lalulintas (gatur lantas) oleh Polantas dari Polres jajaran PMJ.[san]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya