Berita

Sunny/net

Politik

Stafsus Ahok Disebut Danai Saracen, Politisi Golkar Peringatkan Umat Islam

MINGGU, 27 AGUSTUS 2017 | 02:59 WIB | LAPORAN:

Anggota DPR RI dari Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menilai penyebaran berita hoax atau berita bohong di internet maupun di media sosial sudah tidak dapat ditahan lagi.

Bahkan dirinya juga pernah mendapat informasi hoax yang menjelaskan bahwa sindikat Saracen didanai oleh Sunny Tanuwidjaja yang merupakan mantan staf khusus (Stafsus) Basuki Tjahaja Purnama saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Menurut Ace, dalam informasi yang didapat dalam grup Whatsapp itu juga meminta agar informasi yang menjelaskan Sunny merupakan pendana dari sindikat Saracen itu dibumbui atas nama agama.


"Di situ disebutkan nama koranesi atau nama webside-nya dan dibawahnya tolong bagi umat Islam sebarkan berita ini, kita sedang dikepung dengan kelompok-kelompok yang ingin menghncurkan Islam," ujar Ace saat diskusi bertajuk "Bisnis dan Politik Hoax?" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (26/8).

Menurut Ace, konten negatif dengan mengatasnamakan agama dalam berita hoax telah nyata beredar di masyarakat dan tidak menutup kemungkinan dapat dikonsumsi lantaran mayoritas masyarakat Indonesia beragama islam.

"Tentu yang paling mengerikan menggunakan jargon-jargon agama itu yang mengerikan. Misalnya mohon maaf portal islam. Jadi bagaimana fenomena seperi ini nyata terjadi dan menggunakan simbol-simbol agama digunakan," ujarnya.

Lebih lanjut, Ace menilai bukan hanya informasi hoax mengatasnamakan agama saja yang dapat diterima oleh masyarakat. Ace mencontohkan saat Pilkada DKI Jakarta lalu, masyarakat disuguhkan mengenai ujaran-ujaran kebencian. Baik melalui media online maupun media sosial. Bahkan, sambung Ace hanya gara-gara Pilkada, pemerintah menyaring media-media yang muncul.

Dewan pers, imbuh Ace sudah menjelaskan dari 40 ribu media siber yang eksis, sekitar 280 yang sudah terverifikasi.

"Jadi bisa dibayangkan sisanya itu nggak siapa pemiliknya, bagaimana dia mendapatkan berita, dia bisa saja hanya mengutip media mainstream tetapi sesuai dengan keinginan saja, dan semua orng bsa melakukan itu. Mau tidak mau penegakan hukum harus melakukan upaya serius terhadap media-media yang menyebar kebencian," demikian Ace.[san]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya