. Wakil Ketua MPR RI Mahyudin memberikan pengantar sekaligus membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR, di Aula SMAN 5 Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (25/8).
Sosialisasi yang diikuti sekitar 300 pelajar itu dihadiri Anggota MPR dari Fraksi Golkar, Popong Otje Djundjunan; Anggota MPR dari Kelompok DPD, Widan; Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Muhaimin; dan Kepala Sekolah SMAN 5 Balikpapan, Ririen Fridayanti.
Di hadapan peserta, Mahyudin menjelaskan panjang lebar mengenai apa itu MPR, apa fungsi dan tugas-tugasnya. Selain memiliki tugas-tugas konstitusional, jelas Mahyudin, MPR sebagai lembaga negara juga mempunyai tugas menyosialisasikan Empat Pilar, sesuai perintah UU 17/2014 tentang MD3.
Mahyudin mengungkapkan bahwa dirinya bersemangat jika melakukan kegiatan pemahaman nilai-nilai luhur bangsa kepada pelajar SMA sebagai generasi penerus bangsa. Memberikan pemahaman kepada pelajar SMA sangat efektif, sebab jika para pelajar ini memahami betul nilai-nilai luhur bangsa maka mereka akan bijak apabila kelak mereka menjadi pejabat publik.
"Jika sejak remaja dididik dengan pemahaman nilai-nilai luhur bangsa yang kuat maka kita tidak akan khawatir lagi dengan keadaan bangsa kita ke depan. Sebab generasi muda yang dididik nilai luhur bangsa pasti sebagiannya akan menduduki posisi-posisi penting di negeri ini," katanya.
Sekarang ini, lanjut Mahyudin, banyak sekali masalah yang merundung bangsa, diantaranya yang sangat mengkhawatirkan adalah makin maraknya korupsi, narkoba dan terorisme. Dengan terbentuknya karakter bangsa yang baik dan tertanam kuat di sanubari generasi muda bangsa, maka setidaknya bangsa memiliki harapan akan muncul pemimpin-pemimpin negeri ini yang mampu menjadikan republik ini jauh lebih baik.
Mahyudin juga mengingatkan dan sangat berharap agar para pelajar terus mempelajari nilai-nilai luhur dan seputar ketatanegaraan Indonesia, antar lain simbol dan lambang negara.
Di akhir sesi, Mahyudin memberikan tantangan kuis menarik soal ketatanegaraan bangsa. Kuis dadakan ini kerap dilakukannya setiap melakukan sosalisasi kepada generasi muda, baik pelajar atau mahasiswa. Pertanyaan yang diberikan lebih bersifat pertanyaan kejutan. Tidak ada perencanaan sama sekali.
Dengan adanya unsur kejutan tidak ada perencanaan ini, Mahyudin berharap para pelajar mampu menjawab di luar kepala. Beberapa pertanyaan ternyata dijawab dengan lugas. Bahkan bunyi lengkap Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 dijawab dengan sangat lancar. Mahyudin sangat lega dari beberapa pertanyaan yang disampaikannya, semua dijawab lancar oleh pelajar.
"Ini menunjukkan para pelajar kita masih peduli untuk mempelajari soal ketatanegaraan Indonesia. Itu sangat baik dan untuk para guru atau pendidik agar potensi ini diolah dan diasah secara lebih terarah lagi," ujar politisi senior Partai Golkar ini.
[rus]