Berita

Anton Charliyan/Net

Politik

Gara-gara Kasus "Local Boy" Kapolda Jabar Dicopot?

SABTU, 26 AGUSTUS 2017 | 12:42 WIB | LAPORAN:

. Masih ingat dengan kasus "Local Boy" di Polda Jawa Barat (Jabar). Sebuah kebijakan kontroversial oleh Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan itu, justru berujung pencopotan dirinya oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Kini, Anton dimutasi sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdiklat) Mabes Polri. Sesuai Surat Telegram Nomor ST/2032/VIII/2017 tertanggal 25 Agustus 2017.

Benarkah, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1984 itu dimutasi terkait kasus "Local Boy"?


"Mutasi rutin saja," kilah Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, saat dikonfirmasi, Sabtu (26/8).

Sekalipun Setyo menjawab normatif, kasus "Local Boy" sempat menjadi atensi serius Kapolri Tito. Bahkan, saat kasus itu mencuat akhir Juni lalu, Tito menginstruksikan tim dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) dan Asisten SDM untuk menyelidiki langsung ke Polda Jabar.

Termasuk, tim Inspektorat Pengawasan Umum. Untuk mengkaji, mengevaluasi, dan mengambil alih proses seleksi penerimaan calon taruna Akpol di Jabar.

"Istilah 'Local Boy for Local Job' itu lebih banyak berlaku pada Bintara," tegas Tito, 3 Juli lalu.

Pertimbangannya, terang Tito, karakter anggota polisi dari jalur Bintara harus dianggap memahami karakter dan kultur daerah tempat dirinya bertugas. Sedangkan untuk taruna Akpol, lanjutnya, merupakan calon pimpinan Nasional Kepolisian yang siap bertugas di mana saja.

"Mereka (Bintara) perlu butuh waktu yang lama di sana (daerah asal). Daerah-daerah tertentu kan memerlukan karakter-karakter polisi yang pernah memahami karakter fisik daerah itu. Nah kalau yang di Akpol, ini mereka menjadi calon pimpinan nasional, jadi boleh bertugas di mana saja, harus siap," urai alumni terbaik Akpol 1987 itu.

Seperti diketahui, "Local Boy" adalah kebijakan yang dikeluarkan Anton saat menjabat Kapolda Jabar, akhir Juni lalu. Mantan Kadiv Humas Polri itu, mengeluarkan Surat keputusan (SK) bernomor Kep/702/VI/2017. Dalam SK itu, diputuskan untuk memprioritaskan putra daerah dalam penerimaan calon taruna Akpol Jabar tahun ajaran 2017.

Bahkan, Anton nekat melanggar Peraturan Kapolri (Perkap) terkait putra daerah yang diprioritaskan sebagai taruna Akpol.

Kebijakan kontroversial itu pun menjadi polemik massal. Tepatnya, setelah muncul unggahan video yang dibuat salah satu orangtua calon taruna Akpol, Nani (47). Protes kebijakan melalui video itu pun viral di media sosial hingga didengar Kapolri.

Kini, Anton pun terpaksa meninggalkan kursi empuknya di Polda Jabar 1. Suksesornya, akan dipercayakan kepada Irjen Agung Budi Maryoto. Mantan Kakorlantas Polri itu, merupakan teman satu angkatan Tito di Akpol 1987 yang sebelumnya menjabat Kapolda Sumatera Selatan. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya